Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Isti: Ditipu Teman Sampai Suami Stroke, Warga Klaten Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

06 November 2025 12:00

Isti: Ditipu Teman Sampai Suami Stroke, Warga Klaten Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

Klaten - Setiap rupiah yang terkumpul tidak hanya sekedar untuk bertahan hidup, melainkan juga untuk sebuah harapan memiliki rumah layak huni bersama keluarga. Rumah dimana anak-anak bisa belajar tanpa takut bocor, dan bisa beristirahat tanpa khawatir atap roboh. 

Di Desa Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terdapat seorang ibu tangguh bernama Isti Winarni (41). Sejak 4 tahun lalu ia harus berjuang mencari nafkah untuk tetap menghidupi keluarganya. Kegiatannya tiap pagi ialah membuat menu sarapan dan menjajakannya di angkringan sekitar rumah. Dilanjut menyiapkan keperluan berjualan nasi ayam lamongan di sore sampai malam harinya.

Baginya, nasi bukanlah sekedar untuk mengenyangkan perut para pembeli, tapi juga menjadi saksi perjuangan demi kesembuhan suami tercinta, Bambang Santoso (50), yang sedang berjuang melawan stroke.  

“Sebelum bapak sakit saya sudah jualan sama bapak. Kalo dulu jualannya sampai 24 jam, shift-shiftan gitu” Tutur Isti, “Sekarang kalo malam nggak kuat mbak, badan saya capek, saya sendirian.”   

Dulu, pasangan suami-istri ini sempat berdaya atau berkemampuan secara materi. Bambang, selain dikenal sebagai pedagang motor perorangan, juga giat berjualan ayam lamongan bersama istrinya meski masih di lahan sewaan. Bambang juga sempat mempunyai impian ingin punya rumah, karena dari awal menikah hingga kini belum punya rumah sendiri. Harapan Bambang, uang yang telah terkumpul akan dipergunakan untuk membangun rumah yang nyaman.  

Namun, segalanya berubah ketika mereka ditipu oleh rekan kerja sendiri, lenyap sudah modal mereka untuk berjualan hingga mengakibatkan usaha berhenti. Itulah yang menyebabkan Bambang terkena serangan stroke, yang membuat ia tidak dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Sejak saat itu, hidup keluarga ini hanya bergantung pada ketangguhan sosok Isti Winarni, seorang istri dan ibu bagi kedua anaknya. Isti akhirnya berpikir keras bagaimana caranya agar kebutuhan keluarga tetap tercukupi, yang pada akhirnya ia memilih untuk melanjutkan berjualan nasi bungkus. Hingga kini tempat yang ia gunakan untuk berjualan adalah pemberian dari orang lain yang tak jauh dari rumahnya.

“Dulu itu suamiku dibohongi orang-orang gitu mbak, pinjam duit gak kembali. Ya akhirnya kehabisan modal, suami sakit, terus saya mikir sendiri ya bingung mbak”, ujar Isti Winarni.

Penulis: Riska Farah Za’idah

Editor: Nuraida