Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Isti: Ditipu Teman Sampai Suami Stroke, Warga Klaten Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

06 November 2025 12:00

Isti: Ditipu Teman Sampai Suami Stroke, Warga Klaten Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

Sebelumnya, Bambang mengidap penyakit jantung yang diderita sejak tahun 2018, dan sempat sembuh. Namun pada tahun 2021, niat hati menolong teman, ia malah ditipu habis-habisan. Bahkan saat itu roda perekonomian keluarga Bambang benar-benar berhenti. Raib seluruh uang yang ia pinjamkan tersebut, sehingga tidak ada lagi modal dan uang sewa yang tersisa untuk berjualan. Kejadian ini membuat Bambang terkena stroke.

“Saat suami sakit saya nggak bekerja mbak, nunggu suami saya. Wong dulunya itu stroke nggak bisa apa-apa. Sekarang alchamdulillah sudah bisa jalan”, ujarnya. 

Perkembangan kondisi kesehatan Bambang kian membaik, meskipun harus terus bolak-balik ke rumah sakit. Namun tetap saja ia belum bisa membantu istrinya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. "Sekarang sudah bisa jalan cuma ya belum kuat”, ucap Bambang.  

Isti dan Bambang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki pertama, Bagus Nur Sa’id (19) baru saja lulus dan bekerja di minimarket lokal. Sedangkan adiknya, Levina Amelia Anggraini (13) kini berada di bangku SMP kelas 1. 

BERTEMU OPSHID, PENGOBAT HATI ISTI

IMG_1348.jpeg (245 KB)
Kondisi Rumah Sebelum Dibongkar

Rumah berdinding seng bekas yang berlubang, berlantai tanah dan beratap galvalum ini jauh dari layak untuk dihuni. Bisa dipastikan saat siang rumah akan terasa sangat panas, tiap kali hujan rumah pasti bocor, air hujan merembes.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, matahari terasa begitu terik, udara siang begitu gerah, lalu malam berubah dingin dan tak jarang turun hujan. Dengan segala keterbatasan itu, Isti tak pernah menyerah. Hampir setiap siang ia rutin mengantar suaminya ke saung di tengah sawah, untuk sekadar menghirup udara segar.

“Kalo hujan takut kalo rumahnya roboh mbak, kadang bocor, kasur aja sampai basah tiap hujan mbak. Nampu gitu lho mbak”, ucap Isti. 

Dari kisah perjuangan inilah, DPD OPSHID FKYME Klaten melihat ada harapan di tengah keluarga ini. Mereka melihat ketulusan, keikhlasan, dan kesabaran yang patut diberi ruang untuk maju. Dalam rangka Mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-97, OPSHID FKYME Klaten memilih keluarga Isti Winarni sebagai penerima Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina. 

“Karena melihat dari sisi bangunan rumahnya dan juga secara ekonomi itu, dari beberapa titik rumah Syukur yang kami survei memang yang paling membutuhkan adalah ibu Isti Winarni. Itulah kenapa kami memilih ibu Isti Winarni", tutur Mar’atus selaku Penanggung Jawab pembangunan Rumah Syukur Klaten.  

Rumah itu kini telah berdiri kokoh di atas tanah pemberian orang tuanya di Gata, Desa Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Rumah Syukur ini berukuran 4x12 meter, memiliki tiga kamar, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Semua pembiayaan, mulai dari material, tenaga kerja hingga konsumsi ditanggung penuh oleh OPSHID Klaten bersama warga Shiddiqiyyah setempat. 

Penulis: Riska Farah Za’idah

Editor: Nuraida