ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Manan: Kaget! Tiba-Tiba Dapat Rumah Gratis
14 Oktober 2023 09:00
Sidoarjo - Sudah sewajarnya setiap orang yang berkeluarga pastilah ingin mempunyai rumah sendiri. Rumah yang setidaknya nyaman untuk ditinggali bersama keluarganya. Ini juga yang diinginkan Pak Manan (47) asal Sidoarjo.
Pak Manan menikah dengan Ibu Siti Halimah sudah hampir 10 tahun lamanya. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini berusia 7 tahun. Namun kesulitan ekonomi memaksa Pak Manan tinggal di kamar kost dan mengubur impiannya untuk memiliki rumah sendiri.
Untuk menghidupi keluarganya, Pak Manan berjualan bunga sekaru (pacar air) yang biasa digunakan untuk ziarah. Beliau biasa berjualan di depan makam. Bunga ini hasil tanam sendiri, namun bukan ditanam dikebun maupun ladang, karena penghasilannya tidak cukup untuk menyewa lahan. Bersama istri, pak Manan menanam bunga di lahan sempit di tepi sungai.
Karena itu, tak jarang hasil panen tidak sesuai harapan. Seperti ketika musim hujan tiba yang menyebabkan sungai meluap, ataupun ketika agenda rutin membersihkkan sungai tengah dilaksanakan. “Jika sungai ini dikeruk (untuk dibersihkan-red) ya saya tidak bisa berjualan”, demikian cerita dari Pak Manan.
Kerugian tak dapat dihindari. Hasil kerja tujuh hari dalam semingu, dari pagi hingga petang menjadi sia-sia.
Meski melalui banyak kesulitan, bukan menjadi penghalang untuk terus berjuang mencari nafkah. Salah seorang tetangga yang menjadi relawan pembangunan Rumah Syukur di Sidoarjo ini menyatakan, “Pak Manan ini dan istrinya itu pekerja keras. Tiap harinya bekerja dari pagi sampai Maghrib”.
Kesempatan untuk menjual bunga hanya sekali sampai dua kali dalam satu pekan. Setiap hari Kamis sore dan Jum’at pagi. Di depan makam dengan sebuah meja dan payung, Ibu Halimah menanti pembeli. Jika sedang ramai bisa sampai Rp 100.000. paling banyak Rp 150.000. Namun jika sedang sepi hanya mendapat Rp 35.000. Ini hasil berjualan dari pagi hingga maghrib.
Terkadang penghasilan dari menjual bunga tidak cukup untuk kebutuhan keluarga. Maka untuk lebih mencukupi kebutuhan keluarga, selain berjualan bunga Pak Mana juga menjual botol bekas. “Kadang untuk supaya cukup, dengan jual botol bekas” tutur lirih istri Pak Manan.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus