Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang

10 September 2026 19:00

Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang

JOMBANG — Kamis (10/09/2026), telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Tashawwuf di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari Ploso Jombang. Proyek monumental ini menjadi bukti nyata bahwa Shiddiqiyyah semakin berkembang dengan menghadirkan bangunan yang indah dan sarat akan makna filosofis.

Perpustakaan tersebut merupakan satu dari lima proyek khususul khusus Shiddiqiyyah. Bangunan ini direncanakan berdiri di atas lahan berukuran 180 x 90 meter dengan konsep arsitektur yang berbeda dari sejumlah bangunan yang sebelumnya telah dibangun oleh Shiddiqiyyah.

Penanggung jawab lapangan, Mizanul Khoir, menjelaskan bahwa desain perpustakaan mengusung bentuk bunga Wijaya Kusuma. Konsep tersebut diterapkan melalui bentuk bangunan yang didominasi lengkungan dan tidak simetris.

“Gedung ini dirancang dengan konsep yang sangat istimewa, yakni menggambarkan bunga Wijaya Kusuma dengan tingkat kerumitan yang sangat bervariasi. Karena bangunan ini tidak memiliki sisi yang simetris, tetapi berbentuk melengkung dan meliuk-liuk.” ujar Mizan.

Karakter desain tersebut membutuhkan ketelitian dalam proses pembangunan. Setiap bagian harus mengikuti instruksi dan spesifikasi teknis yang telah disiapkan oleh tim engineer. Dalam proyek dengan skala tersebut, pengadaan berbagai alat berat dan juga dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan.

Pembangunan perpustakaan dilaksanakan dengan melibatkan jama'ah Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk anggota OPSHID, IKHWAN, serta murid MQ dan IMQ.

Matsari, yang turut menjadi penanggung jawab pembangunan mengatakan, meski pembangunan ini melibatkan tenaga relawan, sebagian diantaranya telah memiliki pengalaman dan keterampilan di bidang konstruksi karena sebelumnya terlibat dalam berbagai pembangunan yang dilakukan Shiddiqiyyah. Pelibatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem di bidang konstruksi. 

Dalam proyek ini, khususnya murid IMQ dan MQ tidak hanya terlibat dalam proses pembangunan, tetapi juga mendapat pembekalan keterampilan praktis, termasuk ilmu teknik sipil dan mekanikal. Proyek tersebut sekaligus menjadi wadah belajar atau condrodimuko, istilah dalam pewayangan yang merujuk pada tempat penempaan secara fisik dan mental hingga menjadi kesatria yang kuat dan tangguh. Dalam pembangunan ini, konsep condrodimuko diterapkan sebagai proses pembelajaran melalui pengalaman langsung.

Penulis:

Editor: Nuraida