ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
· 3 menit baca
Pembekalan tersebut menjadi penting seiring cita-cita Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk membangun 2.000 Jami’atul Mudzakkirin yang masih terus berproses. Melalui keterlibatan para murid, diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika terjun ke masyarakat.
“Di sini kita semuanya belajar. Dengan adanya pembangunan ini kita bisa menyerap ilmu. Jadi inilah condrodimuko-nya untuk membekali mereka sehingga nanti di masyarakat bisa melaksanakan pembangunan-pembangunan dan mengerti ilmu teknik sipil dan peralatan,” ungkap Matsari.
Mizan menambahkan, pembentukan keterampilan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi tantangan yang semakin dinamis di masa mendatang. Karena itu, para relawan tidak hanya dibekali ilmu dzikir, tetapi juga diarahkan memiliki skill yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, perpustakaan ini juga diarahkan menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah. Dalam prosesnya, seluruh pihak yang terlibat juga belajar menerapkan sikap profesional dalam mengelola proyek skala besar.
Peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan Tashawwuf tersebut dilakukan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi bersama para Kholifah dan Wali Talqin Shiddiqiyyah.
Dan dalam acara peletakan batu pertama ini, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Moch.Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, menyampaikan bahwa proyek tersebut menjadi salah satu pembuktian berkembangnya Shiddiqiyyah.
“Semuanya orang luar ta'jub, niru gak iso. Dikecam, dimusuhi, digeruduk, tetep pembuktian terbalik. Dimatikan oleh orang-orang yang tidak paham. Shiddiqiyyah hidup subur, dikuruskan, Shiddiqiyyah malah gemuk, ditendang, Shiddiqiyyah malah berkembang ke seluruh pelosok-plosok, dibleskan muncul menjulang langit, di busuk-busukkan beberapa bulan, harum serbak se-Indonesia. Dadi terbalik terus. Akan ditamatkan riwayatnya, malah sempurna, terbalik sempurna.” dawuh beliau.
Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi kemudian menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal, termasuk dalam pembangunan perpustakaan.
“Di ajaran tashawwuf itu, ikhlas itu ruchul amal. Sholat, haji, umroh, zakat, shodaqoh berapapun tanpo ikhlas, bubar, fatamorgana.”
“Oleh sebab itu dalam membangun perpustakaan Tashawwuf, harus yang ikhlas. InsyaAllah kalo kita itu ikhlas karena Alloh Ta'ala itulah yang akan mendapat ridlo Alloh. Dan itulah yang akan ketemu di akhirat,” dawuh beliau.
Kedepannya, pembangunan Perpustakaan Tashawwuf akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan relawan dari berbagai daerah. (OPSHID Media)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari