ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
08 Maret 2026 17:00
SYAHID DI BULAN ROMADLON
Tiada sedikitpun yang hina dari seorang pemimpin yang memilih tetap berada di atas tanahnya meski diserang tanpa provokasi. Itulah yang dilakukan beliau Ayatollah Khamenei, tetap bersama rakyatnya, tanahnya, dan ideologinya, sampai akhir hayat. Keteguhan itulah, yang seharusnya kita—sebagai umat muslim—pakaikan pada diri kita sendiri dalam menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu.
Arus global bisa saja menyeret kita pada arah yang berlawanan. Maka ideologi serta prinsiplah, yang akan menjadi jangkar yang mencegah kita dari terombang-ambing dalam gelombang arus global.
Bagi Muslim, wafatnya Khamenei ini seharusnya tidak sekedari menjadi berita duka. Tapi juga menjadi tamparan keras bagi mereka yang masih ingkar dengan kebusukan Zionis. Dan juga pengingat—bahwa di mana seorang manusia memilih yakin berdiri pada kebenaran di jalan Alloh, meski dunia berlawanan arah, maka sesungguhnya itulah sejatinya suatu kemuliaan.
Sejarah akan mencatat, bahwa Amerika Serikat memilih hari Jumat di bulan Romadlon, waktu yang Istimewa bagi Muslim, untuk melancarkan serangan pada area sipil ke Iran. Dan pada saat itu, seorang pemimpin memilih tanahnya daripada pelariannya, memilih rakyatnya daripada keselamatannya sendiri. (OPSHID Media)
-------
Bersumber dari:
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?