ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
08 Maret 2026 17:00

PERJUANGAN POLITIK DAN MENGIKUTI GERAKAN KHOMEINI
Percikan Hasrat pertama Khamenei terhadap aktivitas politik dan perjuangan terhadap pemerintah dzalim datang dari seorang pejuang besar yang gugur syahid di jalan Islam, Sayyid Mujtaba Navvab Safavi. Tepatnya setelah sebuah pidato yang berapi-api tentang kebangkitan Islam dari Navab Safavi, ketika beliau dan sejumlah pejuang Islam dari kelompok Fedaiyan-e Islam (Pembela Islam pada tahun 1331 Hijriyyah (1952) datang ke Mashad. Pada pidato itu, Navab Safavi membongkar tipu daya rezim Syah dan Inggris terhadap Bangsa Iran. Pidato tersebut, rupanya membuat Khamenei muda sangat terpesona.
“Saat itu juga percikan semangat revolusi Islam dibangkitkan dalam jiwa saya oleh Navvab. Dan saya tidak ragu lagi bahwa saat itulah Navvab telah menyalakan api perjuangan dalam hati saya,” Khamenei menjelaskan.
Percikan semangat itu mendorong Khamenei untuk terus belajar dan belajar. Hal ini membuktikan, semakin seorang mendalami ilmu Islam, maka semakin jelas baginya bahwa segala jenis bentuk penjajahan adalah berlawanan dengan Islam.
“Dalam hal ide-ide revolusi politik dan hukum-hukum filsafat Islam, aku adalah murid dari Imam Khomeini,” tegas Ayatollah Khamenei.
Pada tahun 1962 di Qom, Khamenei bergabung menjadi pengikut Gerakan revolusioner Khomeini, yang menentang politik anti Islam pro AS, dan White Revolution dari rezim Shah. Di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, Ayatollah Khamenei banyak terlibat dalam perlawanan terhadap taghut, dan merupakan salah seorang tokoh kunci dalam sejarah revolusi Iran. Di usia yang masih 20an itu, beliau sudah mengambil peran sebagai utusan dan juga pengorganisir Khomeini.
Selama bertahun-tahun di bawah rezim Shah Pahlevi, Khamenei berada di bawah radar politik pemerintah karena bergabung dalam kelompok revolusi. Beliau telah melalui banyak pengasingan, penyiksaan, dan pemenjaraan. Penahanan pertama beliau, disebabkan oleh pidatonya di pertemuan yang diadakan di Birjand, tentang dominasi Israel atas Masyarakat Islam. Beliau ditahan pada 12 Khordad 1342 atau 7 Muharrom, hanya 3 hari sebelum penangkapan Khomeini yang berujung pada pemberontakan dan demonstrasi Nasional di Iran.
Peristiwa ini dikenal dengan sebutan 15th Khordad Uprising atau Pemberontakan 15 Khordad (bertepatan 5 Juni 1963—red). Pemberontakan ini menjadi fondasi yang menentukan sejarah Iran di masa mendatang, “turning point” yang menandai lahirnya Revolusi Islam.
Hingga Revolusi Islam terjadi 16 tahun kemudian dan seterusnya, Khamenei mendedikasikan hidupnya di jalan perjuangan.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur