ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiTHGB Cabang Bojonegoro Tetap Aktif Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
· 5 menit baca · Diperbarui
Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat (THGB) merupakan lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi ajaran akhlaqul karimah dan cinta tanah air. Menurut pendiri THGB, Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi, pendidikan bukan hanya penting akan tetapi maha penting.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi sangat menyadari pentingnya pendidikan, apalagi pendidikan kepada anak bangsa, karena merekalah kekayaan hidup Bangsa Indonesia yang akan menentukan nasib Indonesia di masa depan.
Tentunya pendidikan yang dimaksud bukan hanya mencerdaskan akal pikir saja, akan tetapi juga mencerdaskan hati nurani agar tetap menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia lain.
Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat memiliki tujuan sebagaimana tujuan manusia diciptakan yakni sebagai hamba Alloh yang bersyukur atau abdan syakuro. Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi juga menyampaikan dalam mau'idhotul chasanah pada Tasyakuran Hari Lahir THGB ke-39, “Tujuannya (THGB) itu hamba yang bersyukur. Jadi, manusia di dunia ini kalau dia tidak menjadi Abdan Syakuro, akan nyeleweng dari tujuan uripnya (hidupnya). Makanya dalam Shiddiqiyyah ini ulang tahun apapun, kata-kata syukur jangan ditinggalkan".
Beliau juga menyampaikan, tujuan THGB akan bermanfaat dimana saja apapun profesi yang dipilih ketika tamat dalam pendidikannya, “Kalau menjadi petani nanti ya menjadi tani yang abdan syakuro. Menjadi pegawai, pegawai yang abdan syakuro, menjadi apa saja, menjadi abdan syakuro", terang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis