ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiTHGB Cabang Bojonegoro Tetap Aktif Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
· 5 menit baca · Diperbarui
THGB Cabang Bojonegoro
THGB Cabang Bojonegoro merupakan cabang pertama yang didirikan di Kabupaten Bojonegoro - Jawa Timur. Tepatnya di Desa Ngraseh, Kec. Dander, pada tanggal 21 Syawal 1435H.
Berbeda denga THGB Pusat yang memiliki jenjang pendidikan dari Kelompok Bermain (TK-KB) sampai Jenjang Tertinggi (MQ). THGB Cabang Bojonegoro hanya memiliki tiga tingkat pendidikan, yakni Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak atau TK A dan TK B saja, dengan murid berjumlah 16 anak, terbagai dalam lima anak di Kelompok Bermain, dua anak di TK A dan sembilan anak di TK B yang didampingi delapan orang tenaga pendidik.

Meski sudah berdiri sejak tahun 2014, izin pendirian Taman Kanak-kanak (TK) THGB Cabang Bojonegoro baru diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro setelah 10 tahun berdiri, “Dulu pernah mengajukan, tapi terus monatorium (penundaan atau penangguhan), setelah itu covid, akhirnya berhenti (mengajukan izin)", terang Ibu Churul Aini penanggung jawab THGB Cabang Bojonegoro.
Adapun fasilitas yang disediakan di antaranya: tiga ruang kelas, masing masing untuk Kelompok Bermain, TK A dan TK B, dan satu ruang digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler yang dilengkapi dengan media visual untuk menunjang pembelajaran anak didik.
Selain itu, kegiatan belajar di THGB Cabang Bojonegoro dibagi menjadi dua bagian yakni, Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler, “Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran pengembangan kemampuan akademik seperti mengenal angka, huruf, mengaji, menghafal surat pendek, dan hadist nabi. Sedangkan Ekstrakurikuler (kegiatan di luar jam pembelajaran) untuk mendukung aspek-aspek lain di dalam diri peserta didik untuk menumbuhkan minat bakat dan kepribadian anak, seperti mewarnai gradasi, menari, dan Qori'", terang Ibu Churul Aini.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis