ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiSpiritual dan Nasionalisme: Peran Shiddiqiyyah Dalam Membangun Bangsa
· 6 menit baca
Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, yang dipimpin oleh Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi merupakan Thoriqoh yang memberikan perhatian besar pada pendidikan keagamaan dan kebangsaan. Terbukti dari lembaga-lembaga pendidikan yang telah didirikan. Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak hanya berpusat pada pembelajaran ilmu Tashawuf saja, melainkan juga sebagai tempat untuk menghidupkan kembali semangat cinta tanah air dan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Salah satu upaya besar yang dilakukan adalah pembangunan Pesantren Jati Diri Bangsa. Pesantren ini berfokus pada pendidikan kebangsaan yang mencakup pembentukan karakter, moral, dan jati diri generasi muda Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu Jati Diri Bangsa; relevansi ajaran ini terhadap situasi nasional, serta rencana besar pendirian pesantren yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.
MENGENAL APA ITU JATI DIRI BANGSA.
Jati Diri Bangsa adalah karakter, watak, kepribadian, moral, dan nilai-nilai luhur yang mencerminkan identitas suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, Jati Diri Bangsa ini merujuk pada kepribadian yang mencerminkan semangat kebersamaan, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong dan lain sebagainya.
Beberapa poin penting yang menggambarkan Jati Diri Bangsa Indonesia meliputi:
1. Cinta Tanah Air: Kesadaran dan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, sumber daya, dan sejarah peradabannya.
2. Gotong Royong: Semangat untuk bekerja sama dan saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan.
3. Nilai Keagamaan: Masyarakat Indonesia yang religius menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang berasal dari keyakinan agama masing-masing.
4. Bhinneka Tunggal Ika: Kemampuan untuk hidup rukun dalam keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa.
5. Adat dan Tradisi: Penghormatan terhadap warisan budaya lokal yang menjadi identitas khas Indonesia.
Selain itu, Jati Diri Bangsa merupakan fondasi yang harus terus dirawat dan dikembangkan untuk menjaga keberlangsungan bangsa. Jati Diri Bangsa terbentuk dari sikap, pikiran, dan tindakan masyarakat yang secara kolektif mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis