Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Spiritual dan Nasionalisme: Peran Shiddiqiyyah Dalam Membangun Bangsa

02 Februari 2025 07:00

Spiritual dan Nasionalisme: Peran Shiddiqiyyah Dalam Membangun Bangsa

KESELARASAN DENGAN PROGRAM PEMERINTAH

Pendirian Pesantren Jati Diri Bangsa sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Beberapa aspek yang mendukung keselarasan ini meliputi:

1. Penguatan Nilai Kebangsaan dan Pendidikan Karakter

Pesantren Shiddiqiyyah dikenal menanamkan nilai-nilai cinta tanah air melalui pendidikan karakter berbasis spiritual dan kebangsaan. Hal ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024 di Jakarta, yang menekankan pentingnya keberanian menghadapi tantangan global dan memperkuat jati diri bangsa. Presiden juga mengajak semua unsur kepemimpinan untuk bersama-sama membangun bangsa, termasuk ulama sebagai salah satu elemen strategis.

2. Kolaborasi antara Ulama dan Umaro’

Konsep sinergi antara ulama dan umaro’ yang diusung oleh Pesantren Shiddiqiyyah mencerminkan kolaborasi untuk membawa kebaikan bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan seruan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Paripurna MPR RI pada 20 Oktober 2024 di Jakarta, untuk bersatu, di mana ulama sebagai penjaga moral dan nilai spiritual dapat mendampingi umaro’ dalam mengarahkan kebijakan pemerintahan.

Pesantren Shiddiqiyyah juga menghidupkan tradisi keagamaan yang sarat dengan nilai nasionalisme, seperti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza, yang mendapat apresiasi langsung dari Prabowo dalam kunjungannya ke Pesantren Shiddiqiyyah pada tahun 2019.

3. Prinsip Membangun Indonesia, Bukan di Indonesia

Pada pertemuan Syekh Mukhtar dengan Prabowo pada 24 Februari 2019 di Losari, Ploso, Jombang, pesan Syekh Mukhtar kepada Presiden Prabowo mengenai perbedaan antara “Membangun Indonesia” dan “Membangun di Indonesia”. Hal ini memiliki keselarasan dengan visi pemerintah yang ingin memastikan pembangunan dilakukan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dalam pidatonya pada Sidang Paripurna MPR RI pada 20 Oktober 2024 di Jakarta, Prabowo menyatakan komitmen untuk membawa bangsa ini menuju kesejahteraan, dengan fokus pada kemakmuran rakyat kecil dan kemandirian bangsa.

4. Mencapai Cita-Cita Luhur Bangsa

Presiden Prabowo menyebutkan dalam pidatonya pada Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024 di Jakarta bahwa cita-cita bangsa adalah menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, di mana rakyat hidup sejahtera. Pesantren Shiddiqiyyah, dengan ajaran cinta tanah airnya, mendukung cita-cita ini melalui pendidikan yang membangun karakter generasi muda untuk mencintai tanah air dan berkontribusi aktif dalam membangun bangsa.

5. Doa dan Dukungan Spiritual untuk Pemerintahan

Dukungan spiritual dari ulama' menunjukkan kepercayaan kepada pemerintah sekaligus menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Hal ini tampak ketika Syekh Mukhtar menerima dan berpesan kepada Presiden Jokowi Widodo dalam kunjungannya 2016 silam. Pun demikian kepada Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya sebagai calon presiden tahun 2019 kala itu. 

Pesantren Jati Diri Bangsa yang diprakarsai oleh Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi adalah langkah strategis untuk membangun kembali jati diri bangsa Indonesia. Dengan fokus pada pendidikan cinta tanah air, pesantren ini tidak hanya mendidik generasi yang religius tetapi juga generasi yang bangga dengan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Pendirian 120 pesantren di seluruh Indonesia adalah bagian dari upaya besar untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan menciptakan masa keemasan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa. Melalui pendidikan jati diri bangsa, Indonesia diharapkan dapat melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan penuh kebanggaan nasional. (OPSHID Media) 

 

-----------------------

  • Bersumber dari:
    Tutur cerita dan Mau'idhoh Chasanah Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.
  •  Buku “Jati Diri Bangsa”
  • Opshidmedia.net: Hai Pak Prabowo, Jadilah Pemimpin Yang Membangun Indonesia, Bukan Membangun di Indonesia!
  • Pidato Kepresidenan Prabowo Subianto setelah pelantikan Presiden RI, Minggu 20/10/24, Kompleks Parlemen.
  • Kementerian Sekretariat Negarahttps://www.setneg.go.idPidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Paripurna MPR RI

Penulis:

Editor: Nuraida