Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Spiritual dan Nasionalisme: Peran Shiddiqiyyah Dalam Membangun Bangsa

02 Februari 2025 07:00

Spiritual dan Nasionalisme: Peran Shiddiqiyyah Dalam Membangun Bangsa

PERAN SHIDDIQIYYAH DALAM PENDIDIKAN KEBANGSAAN 

Pesantren Shiddiqiyyah telah lama dikenal sebagai pusat pembelajaran ajaran Tashawuf yang juga menanamkan nilai-nilai cinta tanah air. Pesantren ini memadukan pendidikan keagamaan dengan pendidikan kebangsaan untuk mencetak generasi yang tidak hanya berakhlak secara spiritual tetapi juga memiliki kebanggaan nasional yang tinggi.

Beberapa lembaga pendidikan yang telah didirikan di bawah naungan Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah:

1. Pesantren Maj’maal Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indoesia tepatnya di Desa Losari, Kec. Ploso, Kab. Jombang, yang menjadi pusat utama ajaran Shiddiqiyyah.

2. Yayasan Pendidikan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB), lembaga pendidikan untuk anak usia dini hingga dewasa dengan fokus pada akhlak mulia dan cinta tanah air dengan tujuan menjadi Abdan Syakuro atau hamba yang bersyukur.

3. Bustan Tsamrotul Qolbis Salim (BTQ), taman pendidikan yang mengajarkan cinta tanah air dan berjiwa Al Qur-an, yang kini telah berkembang di berbagai daerah.

Dan yang baru saja diresmikan adalah Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara yang berfokus pada penguatan jati diri bangsa dan pendidikan cinta tanah air, yang bisa diikut tanpa membedakan suku dan agama.

 

PENDIRIAN PESANTREN JATI DIRI BANGSA

Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan identitas kebangsaan. Globalisasi, perpecahan sosial, dan hilangnya kesadaran sejarah menjadi ancaman nyata yang menggerus nilai-nilai jati diri bangsa. Syekh Mukhtar melihat situasi ini sebagai krisis komunikasi nasional, di mana masyarakat mulai melupakan akar sejarah dan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Menurut beliau, solusi dari masalah ini adalah taubat nasional, yaitu upaya bersama seluruh elemen bangsa untuk kembali kepada jalan yang benar dengan menghidupkan kembali jati diri bangsa.

Pesantren Jati Diri Bangsa menjadi sarana untuk melaksanakan taubat nasional ini. Pesantren ini dirancang untuk mendidik generasi muda Indonesia agar memahami nilai-nilai kebangsaan, mencintai tanah air, dan memiliki karakter yang kuat untuk membangun bangsa.

Sebagai bagian dari visi besar, Syekh Mukhtar merencanakan pembangunan 120 Pesantren Jati Diri Bangsa di berbagai wilayah Indonesia. Pesantren ini tidak hanya menjadi tempat pendidikan formal tetapi juga pusat pergerakan kebangsaan yang menyebarkan nilai-nilai persatuan dan cinta tanah air.

Beberapa lokasi awal pembangunan pesantren ini meliputi:

1. Pacitan, Jawa Timur.

2. Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

3. Kediri, Jawa Timur.

4. Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Pesantren-pesantren ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya, asalkan memiliki semangat yang sama untuk mencintai Indonesia.

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida