ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
· 5 menit baca
Kedua putrinya sudah menikah. Suliyasih sudah mempunyai seorang cucu dari putri keduanya, Lailatus Sa’adah atau akrab dipanggil Ila. Hal ini cukup membangkitkan nostalgia bagi kami, pasalnya Ila masih duduk di bangku sekolah MTs di tahun 2012, saat rumah mereka dibangun.
Di dinding ruang tamu rumah yang sekarang terlihat hidup itu, terdapat foto-foto keluarga berupa foto wisuda dan juga pernikahan anak-anaknya. Anak pertama atau dipanggil Ning oleh ibunya, meski tidak sempat meneruskan hingga lulus, sempat kuliah di STKIP PGRI Jombang atau sekarang sudah berubah namanya menjadi UPJB (Universitas PGRI Jombang). Anak kedua Ila, telah lulus jurusan perbankan di STIE PGRI Dewantara Jombang atau sekarang sudah bertransformasi menjadi ITEBIS (Institut Teknologi dan Bisnis) PGRI Dewantara Jombang.
Keteguhan, kedisiplinan, serta keuletan Suliyasih dalam mendukung ekonomi keluarga berbuah manis. Pintu rezeki dari Alloh terbukakan melalui didirikannya Rumah Syukur.
Suliyasih mengaku sangat bersyukur dan bangga dengan adanya Rumah Syukur. “Sebelumnya kan Ibu juga mikir, rumah masih bambu. Anak saya cewek-cewek juga dulu sebenarnya malu,” kata Suliyasih mengenang. “Alchamdulillah saya merasa bersyukur dan bangga, sebagai istri, dan sebagai ibu waktu itu.”
Tentu sebagai istri dan ibu, Suliyasih patut berbangga diri. Di titik ini, dengan hasil keringatnya dan almarhum suaminya, mampu mengantarkan anak-anak mereka dan keluarganya menuju kesejahteraan. Ila saat ini membantu usaha penatu ibunya di rumah sambil mengasuh putranya yang masih berusia 1,5 tahun, dan Ning saat ini bekerja di pabrik Cimory. Dengan antusiasme saat menceritakan anak-anaknya, Suliyasih berbagi kabar gembira. Ning mendapat undian berangkat ibadah Umroh dari tempat kerjanya.
"Ning ini tadi enggak bisa menemui mbak-mbak soalnya itu katanya ngambil paspor, alchamdulillah mendapat undian mau umroh bulan Desember.” Tuturnya dengan senyum bangga.
Shillaturrochmi sore itu dengan bu Suliyasih membawa segudang pelajaran mengenai keuletan, kesabaran, dan rasa syukur. Program Rumah Syukur ini dilaksanakan Shiddiqiyyah selama puluhan tahun. Ribuan rumah gratis telah diberikan. Manfaat yang dihasilkannya, tak hanya dapat dirasakan dalam hitungan hari, tapi lestari hingga keturunan berikutnya.
Pada momen mensyukuri Sumpah Pemuda ke - 98 tahun ini, OPSHID masih konsisten dan lestari menjalankan program ini. Sebanyak 59 unit Rumah Syukur dibangun, dan lokasinya tersebar di 50 Kabupaten/Kota di 12 Provinsi. Selengkapnya dapat dibaca di sini: Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
Sebagaimana disampaikan oleh Syekh Moch. Mukhtarulloh Al Mujtabaa Mu’thi, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, ibadah membangun Rumah Syukur ini adalah salah satu ibadah yang paling dicintai Alloh. Karena kegembiraan yang dihasilkan untuk penerimanya lestari dari generasi ke generasi.
Syekh Mulhtar menjelaskan dalam pitutur luhur di acara Kunjungan 3 Ibadah di Jaami’atul Mudzakkirin Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (04/10/26). “Bagaimana kegembiraan hatinya orang yang menerima rumah layak huni seluruh Indonesia yang sudah ribuan? Bisa dinikmati oleh anak, putu, dan lain-lainnya. Kegembiraannya itu Lestari. Nah lestarinya mengalami kegembiraan itu memantul kepada orang yang bershodaqoh. Dan memantul kepada keluarganya. Tapi kalau tidak diwujudkan berupa amal yang lestari, tidak bisa dinikmati beberapa tahun.” (OPSHID Media)
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari