Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID

· 2 menit baca · Diperbarui

Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
Munimah (Dok. Foto: OPSHID Media Gresik)

GRESIK — Bu Munimah, warga Gresik, menjadi penerima rumah gratis dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID). Program ini bernama Rumah Syukur Layak Huni Shidiqiyyah. Ia dipilih karena kondisi ekonomi dan tempat tinggal yang memprihatinkan. Pembangunan rumah Munimah dimulai pada 21 September 2026 lalu dan ditargetkan akan selesai sebelum 28 Oktober 2026, pada Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda ke-98  mendatang. 

Di usia 58 tahun, Munimah tinggal bersama putranya, Miftakhul Rokhman (24). Suaminya, Musa, wafat sekitar 100 hari lalu setelah sebelumnya menderita stroke. Sehari-hari, Munimah bekerja sebagai petugas kebersihan sekolah dengan penghasilan Rp400ribu/bulan, penghasilan yang cukup ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa memilik sumber penghasilan lainnya. 
Ta

Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
Tampak dari luar rumah Munimah (Dok. Foto: OPSHID Media Gresik)

 

Kondisi rumah Munimah sangat memprihatinkan. Dinding rumah sebagian besar menggunakan sesek (anyam bambu) yang dilapisi banner bekas, cahaya menembus masuk ke dalam rumah Munimah lewat lubang di banyak sudut rumahnya. Bahkan, aliran listrik yang ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari menyambung dari miliknelayan setempat. Rumah Munimah berada di pinggir jalan dan berdekatan dengan area tambak.

Persoalan tempat tinggal Munimah semakin berat karena rumahnya akan terkena penggusuran akibat rencana pelebaran jalan. Dalam kondisi tersebut, OPSHID Gresik memilih Munimah sebagai penerima Rumah Syukur karena mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga serta kondisi rumah yang tidak layak.

Menurut keterangan dari Nur Laili Assyafitri atau lebih akrab disapa Assa, Sekretaris DPD OPSHID Gresik, Rumah Syukur yang akan dibangun nantinya tidak berada di lokasi rumah lama. Hunian baru akan dibangun di atas tanah yang dibeli Munimah menggunakan uang hasil pinjaman dari saudara-saudaranya. Meski sebelumnya pembelian tanah menggunakan uang hasil pinjaman, DPD OPSHID Gresik juga memastikan legalitas tanah tersebut berstatus hak milik Munimah dan putranya.

"Kita pastikan legalitas tanahnya sudah jelas, yaitu berstatus hak milik almarhum suaminya, dan diahli wariskan ke Ibu Munimah atau putranya. Harapannya, rumah ini dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keduanya." Terang Assa. 

Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
Potret gotong royong DPD Gresik (Dok. Foto: OPSHID Media Gresik)

Program Rumah Syukur OPSHID sendiri merupakan bentuk kegiatan sosial kemanusiaan yang ditujukan bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Pembangunan rumah ini sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.

Bagi Munimah, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan pengganti setelah rumah lamanya terdampak pelebaran jalan. Rumah itu menjadi tempat untuk melanjutkan kehidupan bersama putranya dalam kondisi hunian yang lebih aman dan nyaman. (OPSHID Media 

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.