ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kembali Bergerak! Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gazebo Pesantren Jati Diri Bangsa di Pacitan
15 Juni 2024 07:00
Pacitan – Pada awal bulan Dzulhijjah ini tepatnya pada hari Ahad (9/06/2024) lalu, telah diadakan peletakan batu pertama pembangunan gazebo Pesantren Jati Diri Bangsa di Tepi Pantai Kijingan, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur.

Acara ini dihadiri oleh Bpk Kholifatush Shiddiqiyyah, Bpk Wali Talqin Shiddiqiyyah, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah dan masyarakat sekitar.
Gazebo berukuran sekitar 5x6 meter ini nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan para santri. Hal ini disampaikan oleh Bpk Slamet Yahya, salah satu anggota OPSHID kebumen, "Ini merupakan langkah awal untuk memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para santri dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya," ujar Slamet Yahya.
Acara ini dipandu langsung oleh jiwa-jiwa OPSHID Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakart. Tampak pula antusias dari DPD OPSHID se-Jawa Tengah dan DPD OPSHID Ponorogo yang turut hadir mensukseskan acara tersebut.
Tidak hanya di Pacitan, Pesantren Jati Diri Bangsa juga berdiri di Mungkid - Magelang, kediri dan Pelabuhan Ratu - Sukabumi. Pesantren ini juga direncanakan akan dibangun sebanyak 120 pesantren di berbagai kota dan provinsi seluruh Indonesia Raya.
Pesantren Jati diri Bangsa Merajut Nusantara berdiri atas petunjuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi. Pesantren Jati Diri Bangsa merupakan pesantren yang memiliki latar belakang kebangsaan, dengan ajaran cinta tanah air untuk melahirkan generasi yang memiliki rasa kebanggaan nasional, dan tidak ada batasan usia bagi para santri yang mau mendaftarkan diri.
Dengan dimulainya pembangunan gazebo ini, diharapkan pesantren Jati Diri Bangsa dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi pendidikan berbangsa dan bernegara. (OPSHID MEDIA)
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak
- Mengejar Bola, Menemukan Diri: Membaca Tashawuf dari Lapangan Hijau
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno