Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!

21 September 2026 15:00

Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!

Menyambut Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) memulai pembangunan Rumah Syukur secara serentak di 49 lokasi, pada Senin (21/9/2026) pukul 10.00 WIB. Awal pembangunan program ini ditandai dengan peletakan batu syukur atau batu pertama secara bersamaan oleh perwakilan OPSHID di daerah masing-masing.

Sebelumnya, pada 22 Agustus lalu, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah baru saja meresmikan 136 unit Rumah Syukur dalam rangka mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI. Bahkan tiga hari lalu, peresmian Rumah Syukur susulan untuk kemerdekaan juga kembali dilaksanakan. Dan kini, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dan OPSHID sudah kembali bergerak membangun Rumah Syukur di berbagai lokasi.

Rumah Syukur sendiri merupakan program tahunan yang konsisten dijalankan OPSHID sejak tahun 2008. Program ini hadir sebagai bentuk santunan rumah gratis bagi masyarakat Indonesia yang belum memiliki hunian layak.

Hingga hari ini, 49 titik dari 58 unit rumah telah melaksanakan peletakan batu syukur, dan diperkirakan jumlah unit rumah masih akan terus bertambah. Bahkan di beberapa daerah, seperti di Pasuruan dan Salatiga, prosesi peletakan batu syukur ini juga disertai dengan penyerahan santunan tunai kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Serentak, OPSHID Bangun Rumah Syukur Lagi
Penyampaian santunan kepada warga sekitar penerima Rumah Syukur di Pasuruan 

Melalui arahan dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dan Ketua Umum OPSHID, rasa syukur dan cinta tanah air  harus dibuktikan secara nyata dan membawa kemanfaatan bagi sesama manusia. Untuk itu, OPSHID mensyukuri Tasyakuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya melalui program rumah gratis.

Langkah ini diambil mengingat rumah adalah kebutuhan dasar setiap manusia, sedangkan masih banyak warga Indonesia yang belum memiliki hunian layak. Pada tahun 2026 ini, nama resmi program tersebut adalah Rumah Syukur Layak Huni Fatchan Mubiina, di mana Fatchan berarti kemenangan dan Mubiina berarti cemerlang.

Setiap unit dirancang sebagai bangunan permanen dengan spesifikasi standar minimal untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuninya. Tak hanya fisik bangunan, penerima bantuan juga mendapatkan paket lengkap yang mencakup fasilitas air, listrik, hingga perabot rumah tangga. Bahkan tak jarang dalam kasus khusus, OPSHID juga membelikan lahan dan memberikan modal usaha bagi penerimanya.

Program Rumah Syukur dibangun di atas pilar kemandirian dan semangat gotong royong yang kuat. Tanpa mengajukan proposal kepada pemerintah maupun lembaga mana pun, OPSHID menjalankan seluruh proses pembangunan secara mandiri dan penuh totalitas. Dan penerima rumah syukur ini tidak dipungut biaya sepeser pun, bahkan seluruh kebutuhan tenaga kerja hingga konsumsi harian di lapangan ditanggung sepenuhnya oleh relawan OPSHID.

Istimewanya, pelaksanaan program tahun ini tetap berjalan serentak dan masif di tengah padatnya percepatan penyelesaian lima proyek khususul khusus, yang sedang berlangsung di area Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah.

Melalui gerakan ini, OPSHID membuktikan semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. (OPSHID MEDIA)

Penulis:

Editor: Nuraida