ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pengobatan Korban Bencana Gempa Cianjur Dengan Terapi ST dan Musik Metafakta
06 Desember 2022 18:00

Cianjur — Terapi ST Resonansi Metafakta oleh OPSHID Zona 3 dan STholics pada Minggu (4/12/22) yang tergabung dalam rangkaian acara Support to Cianjur, telah terselenggara untuk mengobati korban-korban bencana gempa Cianjur. Terdata, ada 138 pasien dari terapi online, dan ratusan pasien pada terapi offline-nya.
Salah seorang dari pasiennya adalah Ibu Rantika, 28, warga Desa Benjot Kecamatan Cugenang. Bu Rantika memiliki keluhan maag dan kram pada bagian perut, serta tenggorokan terasa tidak enak. Menurut keterangan dari Sony Ulinnuha, terapis yang bertugas menerapi Ibu Rantika, “selama terapi Bu Rantika merasakan panas di kepala, mata, dan tangan bagian kanan. Selain itu, mata kanannya memerah dan mengeluarkan air mata. Setelah terapi, alchamdulillah sudah tidak terasa panas lagi, kepala kerasa enteng, tenggorokan sudah enakan, mata sebelah kanan juga kembali normal. Secara keseluruhan, pasien sudah merasa enakan”.
Dilansir dari laporan Reza Falatehan Ely selaku koordinator terapis, selain Ibu Rantika, ada juga Ibu Muniha yang memiliki keluhan sakit dan kesemutan di bagian lutut dan lengan, dan tensi darah yang tinggi. Setelah diterapi, Ibu Muniha merasakan sakit di bagian lutut dan lengannya hilang, serta tensi darahnya menurun.
Ada juga pasien lain yaitu Ibu Nuk, yang memiliki keluhan sakit stroke yang menyebabkan kesulitan menggerakkan tangan dan berjalan. Setelah diterapi, kondisi fisik Ibu Nuk terasa lebih enak, dengan tangannya sudah bisa digerakkan dan lebih mudah berjalan.
Kemudian ada Ibu Imas yang sebelum diterapi merasakan sakit di kaki dan tangannya, dan sakitnya berkurang setelah diterapi. Ibu Imas mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada tim terapis, “terima kasih banyak mas, terima kasih”, ucap Ibu Imas ketika diwawancara.
Ina Maurice selaku koordinator terapis di posko 3D juga memberikan laporan bahwa semua pasien yang diterapi di posko 3D merasakan progres yang lebih baik dari sebelumnya, “alchamdulillah di posko 3D semua yang diterapi merasakan progres perbaikan dari sebelumnya. Cuma tadi ada yang tercatat, ada yang belum. Mereka bersyukur sekali dengan adanya terapi ini dan berharap ada lagi. Bahkan ada ibu-ibu sampai menangis ketika awal terapi, katanya ketika mendengar musik Oxytron merasa tenang dan ingat semua dosa-dosanya. Ada juga nenek-nenek yang katanya kaki sampai atas sakit, berdiri tidak kuat lama, tangan juga sakit. Setelah diterapi tangan bisa diangkat ke atas, berdiri sudah bisa lama dan jalan-jalan. Beliau mengucapkan banyak terimakasih dan mendoakan kita semua, sambil berkaca-kaca sampai mau cium tangan. Dan masih banyak pasien lain yang merasakan manfaatnya”, berikut dikutip dari laporan Ina.
Mengenai kesembuhan para pasien ini, dr. Oktovan Iwan Priswanto, salah satu terapis yang tergabung dalam tim terapi STholics menyatakan bahwa penyebab kesembuhan ini utamanya tentu atas berkat rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, atas ridlo Sang Maha Guru dan juga founder Oxytron, serta atas sinkronisasi frekuensi dari Oxytron dan pasien, “resonansi yang dikeluarkan musik Oxytron dan terapi tongkat yang dilakukan oleh para terapis menimbulkan daya frekuensi yang sinkron dengan tubuh pasien”, berikut keterangan dari dr. Iwan. (OPSHID Media)
(Sumber foto: Dok. Panitia Terapi)
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur