Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya

· 5 menit baca

Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya

Di suatu hari pada tahun 1992, Ibu Suliyasih dan suaminya Pak Slamet pindah dari Kecamatan Plandaan, Jombang, ke Kecamatan Diwek, Jombang. Saat itu Suliyasih sedang hamil anak pertama mereka. Rumah kayu sederhana mereka, diborong sejauh 20km lebih.

Setelah pindah ke Cukir, Diwek, hidup tidak langsung menjadi mudah bagi mereka. Meski tinggal dekat keluarga, mereka masih merasa terasingkan. Slamet bekerja serabutan, apapun dikerjakan olehnya asal bisa memberi makan keluarganya. Tak kunjung mendapat pekerjaan tetap, sehingga Suliyasih masih harus membantu perekonomian keluarga dengan membuka warung di rumah. Meski saat itu, Suliyasih juga sambil mengurus anak pertamanya yang masih kecil, dan hamil anak kedua pada tahun 1997.

Di bawah atap rumah kayu dan dinding gedek bambu mereka, waktu berjalan begitu lambat. Suliyasih menggambarkan masa-masa di rumah lamanya itu dengan 2 kata, “penuh penderitaan”. Tetangga sekitar, jarang bertamu ke rumah mereka yang reyot.

Mereka tak punya uang untuk memperbaiki rumah. Pendapatan mereka habis untuk makan sehari-hari dan biaya pendidikan kedua anak mereka.

Suliyasih punya pendirian teguh. Anak-anaknya tak boleh mempunyai masa depan yang menderita seperti dirinya.

"Tapi ibu mementingkan pendidikan dulu daripada rumah. Rumah bisa belakang, tapi kalau ilmu kan susah. Emang bukannya ibu itu sombong, emang beneran ibu kepengin punya anak sekolah yang lebih tinggi. Soalnya ibu dulu kepengin sekolah SMP aja sudah enggak tercapai, sekolah SD lulus sudah alchamdulillah”, tutur Suliyasih, menitikkan air mata.

Pada bulan Oktober tahun 2012, hidup keluarga kecil mereka menemukan titik terang. Sekumpulan pemuda dari OPSHID (Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah) menjanjikan rumah yang layak untuk tempat tinggal mereka. 100% gratis, mereka tak perlu membayar sepeserpun.

Program rumah gratis ini, pada saat itu masih bernama program RLHS atau Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah. Di tahun mendatang, program ini berubah namanya menjadi RSLHS atau Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah.

Penulis:

Editor: Nuraida