ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
· 5 menit baca
2012 HINGGA KINI
14 tahun kemudian, tepatnya 9 Oktober 2026, kami dari OPSHID Media datang lagi ke rumah Suliyasih untuk bershillaturrochmi. Banyak yang beliau ceritakan, perubahan-perubahan dan perkembangan dalam hidupnya.
Pak Slamet telah berpulang pada tahun 2023 karena sakit. Setelahnya, Suliyasih menjadi tulang punggung keluarga.
Semenjak memiliki rumah yang lebih layak pemberian OPSHID, hidup mereka banyak berubah. Slamet yang sebelumnya hanya berkerja serabutan, bisa mendapatkan pekerjaan tetap sebagai kuli bangunan. Tetangga juga mulai bisa menerima mereka, dan banyak bertandang ke rumah baru mereka.
Suliyasih membuka kembali warungnya. Memang pada saat dibangunkan rumah oleh OPSHID, Suliyasih secara spesifik meminta tetap ada ruangan untuk warung di depan rumahnya. Dibantu kedua putrinya, Laili Mar’atus Sholihah, dan Lailatus Sa’adah, Suliyasih berjualan aneka minuman dan makanan ringan. Pada hari yang ramai, toko mereka dapat meraup pendapatan kotor sebesar satu juta rupiah.
Beberapa tahun kemudian, Pesantren sekitar mengeluarkan peraturan yang membatasi waktu bermain para santri di luar pesantren. Pelanggan di warung Suliyasih berkurang drastis. Namun Suliyasih tidak patah semangat, dan langsung mencoba usaha lain. Ia berjualan gorengan, dititipkan melalui sekolah-sekolah. Ia juga mengambil pekerjaan sambilan sebagai pengasuh anak.
Pandemi COVID 19 sempat membuat usaha gorengannya lesu. Suliyasih langsung banting setir, menjadi pekerja di penatu (laundry—red) depan rumahnya. Ia juga bekerja sebagai asisten rumah tangga paruh waktu untuk tetangga dekat rumahnya, bertugas bersih-bersih serta memasak.
Pada dasarnya, Suliyasih memang tipe wanita yang tidak bisa diam. Suliyasih selalu belerja atau membuka usaha. Bila pekerjaan yang satu gagal, ia cepat bangkit dan mulai lagi dari awal.
“Ibu niki tipe sing mboten saget diam... Kalau ya seandainya libur sehari itu malah badannya ini loh malah tambah sakit." Terangnya sambil terkekeh.
Sepeninggal Slamet, Suliyasih membuka usaha penatu sendiri, belerja sama dengan orang lain dengan sistem bagi hasil. Dalam seminggu, ia bisa mencuci 200 hingga 300kg pakaian.
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang