ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Gratis untuk Ojol Semarang
· 3 menit baca · Diperbarui
Sejak pagi hingga larut malam, di usianya yang menginjak 57 tahun, Warsito menjadikan jalanan Kota Semarang sebagai tumpuan utama untuk menafkahi keluarganya. Tinggal di pusat kota ternyata tidak membuat penghasilannya sebagai pengemudi ojek online selalu lancar. Menahun dijalani, pendapatannya belum cukup untuk memperbaiki kondisi ekonominya ditengah tingginya biaya hidup, apalagi membangun hunian yang aman dan nyaman.
Kenyataan itu terlihat jelas dari kondisi rumah yang ia tinggali sehari-hari. Dindingnya hanya tersusun dari lembaran papan kayu yang sudah lapuk dimakan usia dengan tambalan di sana-sini. Ketika hujan turun, tempat tinggal tersebut tak mampu membendung air, atapnya bocor, lantainya basah dan becek, membuat keluarganya kerap harus beristirahat di bawah guyuran air yang merembes dari langit-langit.
Di balik sekat-sekat papan tersebut, rumah seluas 25 m2 menaungi enam jiwa. Selain Warsito dan istrinya, tempat tinggal itu dihuni oleh anak kedua beserta menantu dan satu balita, serta anak ketiga yang tengah berkuliah sembari bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Di tengah himpitan ekonomi, istri Warsito, Istiqomah, sempat mencoba membantu mencukupi kebutuhan keluarga dengan membuka warung kecil di depan rumah. Namun, usaha itu terpaksa gulung tikar akibat kehabisan modal. Uang usaha terpaksa dialihkan untuk kebutuhan makan sehari-hari serta biaya pengobatan anak mereka.
Perjuangan keluarga ini kian diuji oleh berbagai cobaan berat. Warsito dan Istiqomah sebenarnya dikaruniai tiga orang anak, namun anak pertama mereka telah wafat akibat kanker kelenjar getah bening. Tak hanya itu, tinggal di lingkungan dan kondisi rumah yang tidak sehat juga sempat membuat Istiqomah jatuh sakit setelah terinfeksi virus akibat kencing tikus.
Di tengah kondisi tersebut, pihak kelurahan setempat sebenarnya menyatakan telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah untuk keluarga Warsito. Namun, upaya itu belum berbuah hasil karena terkendala kelengkapan dokumen dan persoalan biaya pendamping.
Program bantuan dari pemerintah senilai Rp20 juta dinilai masih jauh dari cukup untuk merenovasi tempat tinggal mereka. Dari total anggaran tersebut, rinciannya terbagi menjadi Rp17,5 juta untuk pembelian bahan material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Jika pun bantuan itu nantinya cair, keluarga Warsito harus memiliki dana cadangan yang tidak sedikit. Pasalnya, ada ketentuan bahwa alokasi upah tukang sebesar Rp2,5 juta baru akan cair setelah pengerjaan rumah berjalan.
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Rumah Gratis Shiddiqiyyah Wujud Amal Lestari yang Paling Dicintai Alloh
- Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ
- Kretek Untuk Masyarakat: Sehat Tentrem Bangun Puluhan Rumah Gratis
- Kretek Mematikan, Mematikan Bagi Siapa?
- Dukung Rumah Gratis OPSHID, 2 Batalyon Brimob Pekalongan Turun Membantu
- Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan