Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Rumah Gratis untuk Ojol Semarang

· 3 menit baca · Diperbarui

Rumah Gratis untuk Ojol Semarang

Bagi keluarga Warsito, memikirkan kesiapan dana talangan untuk upah tukang dan biaya konsumsi pekerja harian di tengah keterbatasan ekonomi tentu bukan hal yang mudah.

Rasanya wajar jika kemudian Warsito bersikap skeptis terhadap berbagai peluang untuk mendapatkan hunian yang lebih layak. Terlebih, menurut sang istri, bangunan tempat tinggal mereka tidak pernah sekalipun tersentuh renovasi sejak mulai ditempati pada tahun 1991.

Rumah Gratis Untuk Ojol Semarang
Kondisi rumah Warsito dan keluarga 

Di sisi lain, kondisi fisik rumah tersebut sebenarnya tidak cukup diselesaikan hanya dengan renovasi parsial. Tiang-tiang dan dinding dari papan kayu yang sudah lapuk membuat bangunan itu tidak lagi aman untuk ditinggali. Seluruh struktur rumah pada dasarnya memerlukan pembongkaran total untuk dibangun kembali dari awal.

TITIK BALIK

Hingga pada September 2026, secercah harapan itu datang ketika keluarga Warsito bertemu dengan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID). Melalui program rumah gratis atau yang dikenal sebagai Rumah Syukur, yang dibangun untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Warsito terpilih menjadi salah satu dari 59 penerima manfaat.

Bahrur Rohmad, sebagai kepala pembangunan rumah syukur milik keluarga Warsito menyampaikan, “Beberapa kali mau di bantu pemerintah, dan tidak mau menerima dengan alasan tidak punya uang, takut kalao tidak jadi dan takut nantinya akan kebulet utang. Bahkan Sempat menolak rumah syukur karena kebiasaan di umum ketika dapat bantuan bedah rumah pasti menyisakan pekerjaan rumah, karena minimnya budget tersebut.”

Setelah penjelasan dari tim OPSHID, bahwa mereka bukanlah pihak dari pemerintah, maupun Lembaga yang punya kepentingan, melainkan murni organisasi sosial kemanusiaan. Dan program ini sama sekali tidak membebankan biaya kepada penerima, bahkan untuk konsumsi atau pekerja. Melainkan OPSHID yang akan menanggung biaya dan mengerjakannya 100% hingga rumah layak dihuni. Barulan Istiqomah menyatakan bersedia.

Di tengah penantian panjang tersebut, Rumah Syukur yang dibangun oleh OPSHID hadir membawa perubahan besar. Rumah baru yang berlokasi di Kelurahan Mugasari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, bernilai lebih dari Rp100 juta dan dibangun secara permanen menggunakan struktur tembok bata serta lantai keramik.

Tidak hanya itu, hunian baru tersebut juga dilengkapi dengan perabot primer untuk memastikan keluarga Warsito dapat langsung menempatinya dengan layak dan nyaman. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Nuraida