ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
· 3 menit baca · Diperbarui
PURWOKERTO — Pada Kunjungan 3 Ibadah (Shillaturrochmi, Santun, Shodaqoh) di Jami'atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Purwokerto, Syekh Moch. Mukhtarulloh Al Mujtabaa Mu'thi menyampaikan pitutur luhurnya. Sang Mursyid menerangkan ciri khas pokok Jaami’atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah, Selasa siang (06/10/26).
Syekh Mukhtar menegaskan, salah satu ciri khas pokok Jaami’atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah adalah adanya monumental yang menyertainya.
“Ciri khasnya Jaami’atul Mudzakkirin seluruh Indonesia, jika ada Jaami’atul Mudzakkirin dan ada monumentalnya, itu Jaami’atul Mudzakkirin.” Demikian yang beliau sampaikan dalam pitutur luhurnya.
Menurut beliau, Jaami’atul Mudzakkirin dan monumentalnya merupakan satu kesatuan yang manunggal. Keberadaan monumental bukan sekadar persoalan bentuk, ukuran, maupun keindahan bangunan. Namun menjadi bagian dari ciri khas Jaami’atul Mudzakkirin Shiddiqiyyah di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, manunggalnya Jami’atul Mudzakkirin dengan monumentalnya ini beliau kaitkan dengan kandungan dalam potongan Ayat Surat An-Nas:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ
Qul a’udzu bi Robbin-nas, Malikin-nas, Ilahin-nas.
Perlindungan kepada Alloh melalui Robbin-nas, Malikin-nas, dan Ilahin-nas dimaknai sebagai pegangan manusia dalam menghadapi berbagai bisikan dan godaan iblis dalam kehidupan.
Dalam pitutur tersebut, Syekh Mukhtar juga menguraikan kaitan antara bisikan iblis ke dalam hati dengan perjalanan manusia dalam menjalani iman. Menurut beliau, orang beriman di dunia sangat banyak, tetapi tidak semuanya dapat merasakan nikmatnya iman atau manisnya iman.
Kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai ujian keimanan. Sakit merupakan ujian iman, hidup merupakan ujian iman. Demikian pula kematian, kebangkrutan, maupun ketika memperoleh kejayaan.
Banyaknya ujian tersebut dapat membuat manusia luput dari merasakan manisnya iman. Sehingga kondisi inilah yang kemudian dapat menjadi kesempatan bagi iblis untuk memasukkan bisikan ke dalam hati manusia.
يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ
Yuwaswisu fi shudurin-nas.
“Saking katahe ujian iman sampai manisnya iman luput. Lah, luputnya manisnya iman itulah kesempatan iblis untuk memasukkan bisikan dalam hati. Yuwaswisu fi shudurin-nas, minal jinnati wan-nas. Ada setan bentuk manusia, ada setan bentuk bukan manusia, tapi semuanya itu yuwaswisu, bisik-bisik. Dibisikkan di dalam hati nuroni manusia sehingga lupa kepada fitratnya,” tutur beliau.
Karena itu, manunggalnya Jaami’atul Mudzakkirin dan Monumental Jaami’atul Mudzakkirin disebut sebagai pedoman, arahan, kiblat, jangkar, pelita, cahaya, serta nilai hidup manusia. Hal ini menjadi bagian dari upaya agar manusia dapat memperoleh perlindungan dan keselamatan dalam kehidupan dunia hingga akhirat.
“Sebab Menunggalnya Jaami’atul Mudzakkirin dan monumental, itulah yang menjadi pedoman hidup, arahan hidup, kiblat hidup, tujuan hidup, cahaya hidup, nilai hidup. Jadi kita akan dapat merasakan nikmatnya iman,” pesan beliau.
Di akhir pitutur, Syekh Mukhtar menyampaikan keyakinannya bahwa Jaami’atul Mudzakkirin, baik Yarjuu Rochmatalloh maupun yang tidak Yarjuu Rochmatalloh, pada waktunya akan dilengkapi dengan monumental. Dalam kesempatan tersebut, secara khusus beliau menyampaikan keyakinannya terhadap Jaami’atul Mudzakkirin Purwokerto.
Keyakinan tersebut disampaikan sebagai bagian dari harapan agar manunggalnya Jami’atul Mudzakkirin dan monumentalnya dapat terwujud secara sempurna.
“Saya yakin, bukan yakin saja, sampai ‘ainul yakin, haqqul yakin, akan ada monumentalnya di tempat sini.”
Pitutur tersebut sekaligus menjadi pesan bagi warga Thoriqoh Shiddiqiyyah agar tidak lengah terhadap berbagai bisikan yang dapat memengaruhi hati. Dengan senantiasa kembali kepada Alloh, menjaga hati, dan memegang teguh pedoman hidup, manusia diharapkan mampu melewati berbagai ujian iman, agar dapat merasakan manisnya iman hingga memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. (OPSHID Media)
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Rumah Gratis Shiddiqiyyah Wujud Amal Lestari yang Paling Dicintai Alloh
- Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ