Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Opini & Esai

Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah

· 6 menit baca · Diperbarui

Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah

Dua dekade lebih, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) konsisten membangun rumah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga 2026, sebanyak 507 unit Rumah Syukur telah dibangun dengan total nilai lebih dari Rp39 miliar. Seluruh pembiayaannya dilakukan secara mandiri, tanpa menggunakan uang negara maupun mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah maupun pihak swasta.

Rumah Syukur merupakan salah satu program pengabdian OPSHID, organisasi yang berada di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah. Thoriqoh ini berpusat di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, di bawah bimbingan Mursyid Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Berbagai organisasi didirikan di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah dengan bidang pengabdian masing-masing. OPSHID sendiri mengemban peran sebagai pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, dan pelayan kealaman.

Bagi murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, keimanan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Sang Pencipta, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Demikian pula dengan cinta tanah air, yang tidak cukup diungkapkan melalui ucapan atau peringatan seremonial, tetapi perlu dibuktikan melalui kepedulian terhadap sesama dan bangsa.

Prinsip inilah yang mendasari pembangunan Rumah Syukur. Program ini tidak sekadar bertujuan menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana bagi murid Shiddiqiyyah untuk mengamalkan ilmu yang telah diterima dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah. 

Pembangunan Rumah Syukur oleh OPSHID dilaksanakan untuk menyambut momentum Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus, Hari Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 18 Agustus, serta Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Melalui program ini, murid Thoriqoh Shiddiqiyyah mentasyakkuri momentum kebangsaan dengan membangun rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rumah Syukur dibangun secara utuh, mulai dari fondasi hingga siap dihuni, kemudian diserahkan kepada penerima tanpa membebankan biaya pembangunan. Seiring perkembangannya, perhatian OPSHID tidak hanya tertuju pada jumlah rumah yang dapat diselesaikan, tetapi juga pada mutu bangunan, kenyamanan penghuni, dan kebutuhan keluarga penerima. Pada unit-unit tertentu, bahkan disediakan ruang usaha yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian keluarga.

Tulisan ini merupakan opini/esai penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi OPSHID Media.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.