ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiKonsisten Membangun Indonesia Melalui Program Santunan Rumah Gratis
· 5 menit baca · Diperbarui
Kongres pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinilai sebagai pelopor kebangkitan Nasional, yang mampu menimbulkan kesadaran sehingga dapat menyatukan pergerakan serta perlawanan terhadap penjajahan. Perlawanan tersebut meliputi segala sistem kolonialisme dan imperialisme yang menjerat bangsa Indonesia.
Sehingga Sumpah Pemuda menjadi bukti kesadaran seluruh bangsa Indonesia, bahwa Kami adalah Satu Bangsa, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya menjadi pelatuk bangkitnya persatuan untuk menjadi bangsa yang merdeka.
Tujuh belas tahun sejak Kongres Pemuda ke-II, bangsa Indonesia berhasil memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Maka patutlah kita bersyukur terhadap peristiwa Sumpah Pemuda, karena dengan itu, kita bisa menikmati kemerdekaan.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4 tertulis lima tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni:
- Melindungi segenap bangsa Indonesia.
- Melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
- Memajukan kesejahteraan umum.
- Mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Ikut menertibkan dunia dengan dasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
79 tahun sejak bangsa Indonesia menyatakan sebagai bangsa yang merdeka, sudahkah seluruh rakyat Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan?
Menurut data dari Badan Pusat Statistik tentang jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebanyak 25,22 juta orang. Rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.786.415,-/rumah tangga miskin/bulan.
Dari data di atas bisa diketahui berapa banyak saudara kita sebangsa yang masih kesulitan dalam memperoleh kenyamanan hidup sebagai bangsa merdeka. Banyak yang masih bersusah payah bahkan untuk sekedar memenuhi sandang pangan apalagi merasakan nikmatnya hunian yang nyaman.
Padahal, sandang pangan dan papan adalah kebutuhan pokok manusia.
CINTA TANAH AIR HARUS DIBUKTIKAN
Mengabaikan fakir miskin dan anak yatim dalam ajaran Islam dikatakan sebagai Pendusta Agama. Tersebut dalam Qur-an Surat Al Maa-un:
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ (۱) فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ (۲) وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ (۳)
Artinya: "(1)Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?(2) Itulah orang yang menghardik anak yatim (3) Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin."
Dengan dasar itu, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah yang bergerak dengan visi keimanan dan kemanusiaan, berkomitmen untuk membangun rumah gratis dalam mentasyakuri Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya setiap tahun.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis