ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Konsisten Membangun Indonesia Melalui Program Santunan Rumah Gratis
23 Oktober 2024 17:00
DIBANGUN MANDIRI TANPA PROPOSAL
Umumnya program-program besar yang bernilai milyaran didukung oleh pemerintah maupun lembaga swasta dengan pengajuan proposal. Namun OPSHID bertekad untuk membiayai sepenuhnya secara mandiri. Semua biaya yang dibutuhkan bersumber dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Karena Kyai Mukhtar mengajarkan untuk selalu melaksanakan ibadah shilaturrochmi, bersikap santun, dan gemar bershodaqoh.
Nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan yang diajarkan pada jama’ah Thoriqoh itu sampai pada tumbuhnya kesadaran dalam diri, sehingga shodaqoh bernilai minyaran dapat terkumpul.
“Ini kewajiban seluruh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Shiddiqiyyah ini non Politik dan tidak pakai proposal, ikhlas mengumpulkan duit dari warga sendiri kemudian untuk mensyukuri negara kita ini. Inilah kewajiban kita supaya dipahami, gerakan kita, gerakan syukur”, Dawuh Kyai Mukhtar September lalu pada Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW & Chaul Kyai Achmad Sanusi Tamriz Abdul Ghoffar 1446 H / 2024 M.
Karena ini adalah gerakan syukur, maka bangunan rumah dikerjakan totalitas, mulai dari pondasi hingga rumah siap ditempati. 83 unit yang dibangun tahun ini ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari 45 hari. Karena nantinya akan diresmikan serentak pada 28 Oktober mendatang.
Aria Rahman menyampaikan tujuan OPSHID memilih membangun rumah sebagai bentuk syukur karena rumah memiliki nilai fundamental dalam hidup setiap manusia. “Membangun rumah otomatis akan terbangun mental si penerima. Dan kalau mentalnya sudah terbangun otomatis lebih optimis menghadapi segala bentuk ujian”, tegas Aria.
“Harapan kami melepas identitas kemiskinan yang semakin parah. Apalagi di situasi sekarang kesenjangan ekonomi terasa sekali antara rakyat bawah dan pemimpin-pemimpin elit”, lanjutnya.
Maka bisa disimpulkan bahwa pembangunan rumah gratis ini adalah bentuk upaya OPSHID untuk mengurangi angka kemiskinan. Dengan menyampaikan rumah layak huni yang bisa digunakan dari generasi ke generasi, keluarga tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk keluar dari jerat kemiskinan dan menyediakan hidup yag lebih sejahtera untuk anak cucu mereka. (OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang