ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Gencatan Senjata Ini Atas Berkat Rochmat Alloh, Bukan Hadiah Dari Trump Maupun Biden
17 Januari 2025 17:00
Kelompok Palestina Hamas dan Israel telah menyetujui perjanjian gencatan senjata, Rabu (17/01/2025) setelah 465 hari penuh agresi brutal Israel di Gaza. Persetujuan gencatan senjata ini dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan juga Amerika Serikat, dengan perwakilan dari pihak Presiden saat ini Joe Biden, dan Presiden yang selanjutnya, Donald Trump.
Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengumumkan disetujuinya gencatan senjata dari Doha, Qatar, dan Presiden Joe Biden mengumumkan dari Washington DC, A.S. Dalam pidatonya, Biden menyatakan bahwa persetujuan gencatan senjata ini banyak mengadopsi kerangka dari pengajuan gencatan senjata yang ia buat pada bulan Mei 2024 lalu.
“Saya telah membuat kerangka-kerangka rencana ini sejak 31 Mei 2024, setelah disetujui dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa”, ungkap Biden. “Rencana ini dikembangkan dan dinegosiasikan oleh tim saya dan akan diimplementasikan dalam jumlah besar oleh pemerintahan yang baru (Donald Trump—red). Karena itulah saya memerintahkan pada tim saya untuk terus memberikan informasi pada pemerintahan baru” lanjutnya.
Di sisi lain, Donald Trump yang akan secara resmi menjadi Presiden Amerika Serikat ke 47 pada Senin, 20 Januari 2025 mendatang, cepat mengklaim dirinya sebagai pihak yang mempercepat disetujuinya gencatan senjata yang tertunda selama berbulan-bulan. Trump menyatakan di sosial media TruthSocial setelah gencatan senjata diumumkan, “perjanjian gencatan senjata yang EPIK ini hanya bisa terjadi setelah kemenangan kami yang historis pada bulan November (mengacu pada kemenangannya dalam pemilihan Presiden A.S ke 47–red), yang menunjukkan pada seluruh dunia bahwa pemerintahanku akan mewujudkan perdamaian dan terus bernegosiasi untuk memastikan keselamatan seluruh rakyat Amerika, dan para sekutu kami”.
Begitu pula sebelumnya dalam unggahan di TruthSocial pada awal bulan Desember 2024, Trump menyatakan, “apabila para sandera tidak segera dilepaskan sebelum 20 Januari, tanggal di mana aku akan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, akan ada NERAKA YANG HARUS DIBAYAR di Timur Tengah”.
Di masa transisi jabatan ini, terlihat jelas bahwa dua orang Presiden sekarang dan yang akan segera menjabat ini berebut reputasi sebagai figur yang mengakhiri perang di Gaza. Baik Biden maupun Trump, sama-sama mengklaim bahwa merekalah yang berperan besar dalam mewujudkan gencatan senjata.
Bahkan di akhir pidatonya, seorang reporter menanyakan pada Biden, “siapa yang harus mendapat kredit atas gencatan senjata ini, anda atau Trump?”, yang mana Biden menjawab, “apakah itu lelucon?”.
Namun, tentu bisa dibilang, langkah dan aksi terkait gencatan senjata yang diambil oleh kedua pihak tersebut murni karena alasan politis dan tak ada hubungannya dengan kemanusiaan.
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak