Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Gencatan Senjata Ini Atas Berkat Rochmat Alloh, Bukan Hadiah Dari Trump Maupun Biden

17 Januari 2025 17:00

Gencatan Senjata Ini Atas Berkat Rochmat Alloh, Bukan Hadiah Dari Trump Maupun Biden

KEMERDEKAAN DI TENGAH MOMENTUM

Gencatan senjata ini bisa terwujud bukan karena kerangka yang dibuat oleh Biden, dan bukan juga karena tekanan dari Trump. Perlu kita ketahui bersama latar belakang politik yang saat ini sedang terjadi, terutama yang melibatkan negara-negara di Timur Tengah.

Selain membuka front militer di Gaza untuk memerangi Hamas, Israel juga membuka front militer di Lebanon untuk memerangi Hezbollah dan di Yaman untuk memerangi Houthi. Di sisi lain, Amerika Serikat mundur perlahan dari posisi sponsor atau penyokong utama militer Israel. Selain karena pendanaan militer mereka mulai menipis, juga karena Netanyahu tak bisa menerawang kebijakan militer yang akan digunakan pada masa pemerintahan Trump. Trump memang menampakkan persona seolah dia pro Israel, tapi pada akhirnya dia tetap menumbalkan Israel demi mewujudkan gelar “pembawa perdamaian” untuk dirinya sendiri.

Israel mulai menyerah mempertahankan Gaza, begitu pula di Lebanon dan Yaman, Israel digempur habis-habisan. Ini merupakan kekalahan yang tragis bagi Israel, karena gagal mencapai tujuannya yaitu menghabisi Hamas, Hezbollah, dan Houthi. Pada masa-masa genting ini, Israel lebih memilih mempertahankan cakar di Suriah.

Maka di tengah situasi politik yang sedemikian rumit, jelas bagi kita bahwa gencatan senjata Israel dan Hamas bukanlah hadiah dari Trump maupun Biden. Ini adalah peristiwa yang bisa terwujud dalam suatu momentum.

Bila kita telaah, peristiwa ini mirip dengan peristiwa kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 bukanlah hadiah dari Jepang, seperti anggapan sebagian kalangan. Bukan juga hadiah dari Amerika maupun sekutu. Melainkan terwujud dalam momentum langka yang mungkin tak akan terulang lagi dalam kurun waktu ratusan tahun kemudian, yaitu ketika Jepang bertekuk lutut akibat pemboman Hiroshima dan Nagasaki.

Momentum langka itu tercipta tidak lain dan tidak bukan adalah atas Berkat Rochmat Alloh yang Maha Kuasa. Karena apabila bukan atas Berkat Rochmat Alloh, tidak akan tercipta ‘situasi serba tepat’ yang bisa menjadi fondasi terjadinya peristiwa kemerdekaan. Maka dari itu, tercantumlah kalimat tersebut dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Alinea ke 3.

“Atas berkat rochmat Alloh yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Kedua peristiwa ini; gencatan senjata Israel - Hamas dan juga kemerdekaan Bangsa Indonesia; memiliki banyak kesamaan baik dari segi peristiwa dan juga latar belakang politik. Maka dari itu, bisa kita simpulkan bahwa gencatan senjata ini, sama seperti kemerdekaan Bangsa Indonesia, adalah atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa.

Dalam alinea ke 3 tersebut juga disebutkan, “dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur”. Dalam gencatan senjata ini tentunya ‘keinginan luhur’ itu adalah perjuangan tiada pamrih yang terus ditegakkan oleh rakyat Palestina. Member biro politik Hamas Khalil Al Hayya, dalam pernyataan pers resmi juga menyatakan:

“Keteguhan serta keberanian rakyat kami adalah yang menggagalkan kemenangan musuh. Selamat atas keteguhan, perjuangan, kesabaran, pemberian serta pengorbanan anda semua. Atas semua yang telah anda lalui, semoga anda mendapat kedamaian”, demikian disampaikan oleh Khalil, “kami tidak akan lupa maupun mengampuni, dan tak satupun dari kami yang menyerah setelah pengorbanan dari rakyat Gaza. Rakyat kami tak akan melupakan semua yang berpartisipasi dalam perang pemusnahan ini”.

Penulis:

Editor: Nuraida