ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Dunia Butuh Ajaran Cinta Jalaluddin Rumi
30 September 2024 09:00

Selamat Hari Rumi sedunia, 30 September 2024!
Dunia semakin kacau, cinta semakin langka, tasawuf harus bangkit! Ajaran cinta Jalaluddin Rumi menjadi salah satu tanda kebangkitannya. Di tengah maraknya isu dan informasi yang memperlihatkan bahwa dunia saat ini sedang kacau balau, kejahatan semakin merajalela, sifat imperialisme semakin berkembang luas, akhlaqul karimah tidak dipedulikan, ajaran cinta juga semakin langka, itulah sebabnya ajaran Tasawuf mendesak harus bangkit.
Sifat imperialisme merupakan sifat yang ingin memiliki hak orang lain, yang ingin berkuasa dan menang sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Sifat ini persis seperti sifat para penjajah. Oleh sebab itu sifat-sifat demikian harus dihapuskan karena jika dibiarkan akan membuat kerusakan di muka bumi. Salah satu cara untuk menghapus sifat tersebut dengan cara membersihkan hati, karena hati adalah titik sentralnya manusia. Jika hati kita baik maka baiklah perilaku kita, dan apabila hati kita buruk maka buruklah perilaku kita. Adapun salah satu ajaran yang fokus dalam menata hati seseorang dinamakan ajaran Tasawuf.
Tasawuf adalah ilmu yang membersihkan hati/jiwa manusia untuk mendekatkan diri kepda Tuhan, bukan hanya penekanan pada sisi syari’at saja. Adapun kata Tasawuf tersusun dari 4 huruf yaitu huruf ta’, huruf Shod, huruf Wawu, dan huruf Fa’. Adapun huruf Ta’ kependekan dari kata taubat, attaibun artinya orang yang taubat. Huruf Shod kependekan dari kalimat Shoffa artinya bening/ bersih, karena taubatnya diterima oleh Alloh. Sedangkan Wawu kependekan dari kalimat Wiqoyah artinya terpelihara/ terlindungi. Kemudian huruf Fa’ kependekan dari kata Fana’ yang mempunyai arti menghabiskan aktifitas hidup untuk bakti kepada Alloh, diri sendiri, keluarga, masyarakat, tanah air, bangsa, dan negaranya. Maksudnya adalah hidupnya semata-mata diperjuangkan untuk sesuatu yang bermanfaat.
Itulah mengapa tasawuf harus bangkit, karena dengan banyaknya orang yang mengamalkan tasawuf dan berbuat baik serta selalu menjaga hatinya dari sifat-sifat hati yang tercela, maka kehidupan dunia ini akan damai dan sifat-sifat penjajahan akan semakin terkikis dan bahkan bisa jadi punah.
Menurut Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, dalam mauidhoh hasanah Beliau saat pengajian 1 Muharrom 1444H, bahwa ada lima tanda kebangkitan tasawuf dunia. Salah satunya yakni ditetapkannya tanggal 30 September sebagai Hari Rumi Sedunia oleh Organisasi UNESCO. Tepatnya pada tahun 2007 silam bertepatan dengan peringatan 800 tahun kelahiran Jalaluddin Rumi. Sejak saat itu 30 September diperingati sebagai hari Rumi dunia.
Lantas mengapa Hari Rumi dinyatakan sebagai salah satu tanda kebangkitan tasawuf dunia? Dan seperti apa ajaran cinta Rumi tersebut?
JALALUDDIN RUMI DAN AJARAN CINTANYA YANG MENDUNIA
Jalaluddin Rumi atau yang mempunyai nama lengkap Maulana Jalaluddin Muhammad bin Husin Al khatihbi, lahir di Balkh (Afghanistan) pada tahun 604 H/ 1207 M. Sang penyair tersebut lebih dikenal dengan nama Jalaluddin Rumi. Adapun julukan Rumi ini dikenakan kepadanya karena sang sufi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Konya, Turki, yang dahulunya merupakan bagian dari wilayah kekaisaran Romawi Timur (Bangsa Arab menyebutnya ar-Rum).
Jalaluddin Rumi merupakan tokoh Tasawuf yang masyhur dalam sejarah Islam. Karya-karyanya menyebar luas ke seluruh penjuru dunia, karyanya tidak hanya populer di kalangan umat muslim saja, akan tetapi juga non muslim. Rumi mempunyai cara tersendiri dalam menempuh jalan spiritualnya yang ia realisasikan dalam bentuk sajak dan syair, sehingga ia terkenal dengan jalan sufinya yakni jalan cinta. Cinta yang diusung oleh Rumi mengajak manusia untuk hidup dalam harmoni dengan prinsip perdamaian dan toleransi (Erkinovna 2018, 102). Menurut sang penyair, puisi adalah salah satu sarana paling tepat untuk mengungkapkan keadaan batinnya.
Selain itu Rumi juga mengajarkan sikap toleransi yang tak terbatas, sikap positif, kebaikan, kedermawanan. Semua itu dilandasi berdasarkan landasan cinta. Pengajarannya yang penuh toleransi dan perdamaian tersebut membuat ajaran Rumi dapat diterima semua kalangan dari berbagai aliran, tak hanya di kalangan muslim saja.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur