Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Iran di Ambang Keruntuhan Ekonomi, Krisis yang Ditunggangi Kepentingan Politik

18 Januari 2026 07:00

Iran di Ambang Keruntuhan Ekonomi, Krisis yang Ditunggangi Kepentingan Politik

Gelombang protes rakyat berskala nasional telah berlangsung di Iran sejak 28 Desember lalu. Protes yang awalnya berakar dari krisis ekonomi, kini berkembang menjadi revolusi dalam upaya untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Namun, benarkah itu yang terjadi?

Protes yang kini melanda Iran bermulai dari ekonomi yang anjlok, diperparah dengan kemarau panjang dan tidak ada hujan, menyebabkan air waduk mengering, tak mampu menyuplai pembangkit listrik. Hingga para pedagang tidak bisa menjalankan bisnis selama berhari-hari. Kemudian sekelompok pedagang dan pemilik toko menutup bisnis mereka di Grand Bazaar dan sepanjang Jomhouri Avenue di Teheran lalu turun ke jalan, sebagai bentuk protes terhadap jatuhnya nilai rial dan tekanan ekonomi yang semakin berat. Kejadian ini menjadi pemicu terjadinya protes berskala nasional.

Demonstrasi yang awalnya bersifat sporadis di pusat perdagangan ibu kota itu cepat menyebar ke berbagai wilayah lain di negara ini—termasuk kota-kota di barat Iran seperti Azna, Malekshahi, dan Kermanshah, serta kota-kota lain seperti Marvdasht di selatan dan Fouladshahr di bagian tengah negara—dan berlangsung selama beberapa hari hingga minggu pertama Januari 2026 sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang dihadapi rakyat. Kurang lebih 2,000 orang tewas dalam protes ini sejak 28 Desember.

Protes yang bermula dari para pedagang, menjadi demonstrasi yang dimotori anak muda dan mengarah pada revolusi penggulingan pemerintah. Tak bisa dipungkiri, ketika perut dalam keadaan lapar, sangat amatlah mudah bagi pihak ketiga untuk menyulut amarah karena ketidakpuasan terhadap apa yang terjadi.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida