Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Iran di Ambang Keruntuhan Ekonomi, Krisis yang Ditunggangi Kepentingan Politik

18 Januari 2026 07:00

Iran di Ambang Keruntuhan Ekonomi, Krisis yang Ditunggangi Kepentingan Politik

Selama beberapa hari, arah narasi dan kolom komentar didominasi rakyat Iran yang kontra dengan pemerintah. Namun tidak bijak menggunakan dominasi suara ini sebagai representasi mutlak dari keseluruhan rakyat Iran. Di tengah jutaan suara yang dibunyikan bersamaan, seringkali tersisip banyak aksi-aksi yang bersifat provokatif, di antaranya; beredarnya foto-foto provokasi berupa trend membakar foto Khamenei dengan rokok/cerutu di media sosial, ini dilakukan oleh banyak tokoh publik dari luar Iran dan tidak memiliki kepentingan dengan Iran.

Begitu pula di lapangan, masjid-masjid ikut menjadi sasaran kekerasan oknum demonstran. Kemungkinan adanya disusupi pihak yang menghendaki adanya anarkisme dengan menyulut kekerasan di dalam demonstrasi secara sengaja juga tidak bisa sepenuhnya dipungkiri.

Maka pentinglah bagi kita untuk melihat dari berbagai sudut pandang dan menilai suatu konflik secara berimbang. Dan tentunya, tidak mudah terpengaruh suara yang paling keras di media sosial tanpa adanya riset latar belakang.

Terbukti, setelah 2 minggu suara yang beredar seakan tidak berimbang, pada 12 Januari 2026 lalu sebuah rally pro pemerintah berlangsung di berbagai kota di Iran, khususnya di Teheran. Puluhan ribu orang tumpah ruah ke jalan untuk menunjukkan dukungan kepada pemerintah dan menolak “intervensi asing”. Dari sini dapat disimpulkan bahwa meski Iran goyah secara ekonomi dan politik, namun menilai kepercayaan publik pada rezim Republik Islam Iran telah runtuk 100% merupakan kesimpulan yang diambil dari pandangan parsial/sempit.

a89d505_ftp-1-hm0qrxiz8vlu-2026-01-12t181028z-961154969-rc2qzia9xlm8-rtrmadp-3-iran-economy-protests.jpg (456 KB)
WEST ASIA NEWS AGENCY VIA REUTERS

 

Menurut opini dari Hamid Dabashi, seorang professor dari Irania Studies and Comparative Literature di Columbia University, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye:

“Protes ini berakar mendalam pada krisis ekonomi yang dialami Iran selama berdekade-dekade lamanya. Masalah-masalah ekonomi ini disebabkan oleh dua faktor: korupsi dan inkompetensi pemerintah internal, dan sanksi yang melumpuhkan negara dari luar, ditetapkan oleh AS dan negara-negara lain. Di saat yang sama, krisis ini kebanyakan (tapi tidak seluruhnya) adalah sebuah pengalihan terstruktur yang dipimpin oleh Israel dan AS. Sekali lagi, mereka menarget negara yang disfungsional—seperti Lebanon, Syria, Yemen, atau Venezuela—untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan mengalihkan perhatian global dari genosida yang saat ini masih berlangsung di Gaza”.

Iran adalah sebuah negara Islam berdaulat dengan sejarah, budaya, dan struktur politik yang kompleks. Iran dengan identitas Republik Islamnya bebeas untuk menentukan ideologi apa yang cocok untuk negaranya, dan pemerintah Islam bukanlah entitas monolitik yang bisa disalahkan untuk segala kesalahan. Begitu juga denga kritik terhadap kebijakan tertentu, tak bisa disimpulkan sebagai penolakan terhadap Islam sebagai suatu keyakinan.

Maka tanpa menafikan inkompetensi pemerintah Iran dalam merawat rakyatnya, setidaknya kini kita dapat memahami bahwa dalam setiap keputusan pemerintah akan ada konsekuensi. Dalam hal ini, keputusan pemerintah Iran untuk memperkuat pertahanan dan militer, berimbas pada kelaparan rakyat dalam negri.

Hingga saat ini, Iran berada pada sebuah titik dilema: harus memberi makan untuk perut rakyat yang kelaparan, atau melindungi keutuhan Bangsa dari ancaman luar?

 

————

 

Bersumber dari:

Middle East Eye - How Israel and US are exploiting Iranian Protests 

Al Jazeeran - Irans Commercial Hubs Became Flashpoints for Frustration 

Kompas - Siapakah Reza Pahlavi yang Kompori Demo Iran hingga Penggulingan Khameini?

Time - Worldwide Protests Solidarity with Iranians 

NY Post - Iranian protester renames Tehran street after Trump as unrest spreads amid crackdown

Washington Post - Khamenei Says Iran Won't "Back Down" Amid Mass Protests and Trump Threat

Haberler - Call from exiled Reza Pahlavi to protesters in Iran: Do not leave the streets.

Reuters - Iran authorities signal intensified crackdown as unrest grows

Reuters - Amid mass Iran protests, Trump takes cautious approach

Investing - Trump urges Iranians to keep protesting, saying ’help is on its way’

Iran International - Iran revives loyalty rallies after deadly crackdown on protesters

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida