ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Nabi Muchammad SAW dan Arti Dari Gelar Rochmatan Lil ‘Alamin
12 September 2024 12:00
Enam belas abad lampau, banyak dikisahkan sebagai zaman fatroh. Zaman dimana masyarakatnya jauh dari firman Alloh (masyarakat yang menyembah berhala). Dan masyarakatnya mengalami kemerosotan iman. Sehingga lahirnya Nabi Muhammad sebagai penerang yang bisa membawa umat manusia kembali pada jatidirinya sebagai manusia.
Dalam buku Sejarah Umat Islam yang ditulis Prof. Dr. Hamka, mengutip dari buku Muhammad SAW dan Al Qur-an “Agar orang tahu bagaimana pengaruh suatu seruan agama atau paham pada masyarakat hendaklah lebih dahulu diketahui keadaan diri orang yang membawa seruan, dan diketahui pula keadaan manusia pada zaman ia datang.”
Dalam buku Risalah Dhilaalul Mustadl’aafiin, yang ditulis Syech Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menuliskan Nabi Muhammad SAW lahir tahun 570 M, 20 April atau tahun Fiel, bulan Robi’ul Awwal, tanggal 12 malam Isnen menjelang fajar.
Edgar Hamas dalam bukunya The Untold Islamic History menyatakan keadaaan dunia sebelum Muchammad, “Dunia saat itu, terlebih Eropa, dikelilingi dengan kerusakan dan dosa. Tak ada yang memperhatikan kebersihan, apalagi kemanusiaan. Pemberontakan, kebodohan, dan kemunduran, serentak terjadi di Eropa. Penguasanya zalim, rakyatnya suka berbuat aniaya, dan tak ada orang bicara tentang pendidikan” (Joseph Toussaint Reinaud, sejarawan Perancis).
Yang diperlihatkan kepada kita sekarang, bangsa dari barat adalah bangsa yang maju. Banyak orang bangga jika bisa mengikuti kebiasaan orang-orang barat. Namun, jika kembali melihat sejarah, peradaban dimulai sejak masa kelahiran Muchammad bin Abdulloh di Mekkah.
Mengutip dari buku Sejarah Peradaban Islam (hal. 4-5), ditulis oleh Dr. Din Muhammad Zakariya, “Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muchammad SAW telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia, membina satu kebudayaan dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang. Bahkan, kemajuan Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam yang masuk ke Eropa melalui Spanyol. Islam memang berbeda dari agama-agama lain. Sejarah mencatat kondisi kebesaran Islam berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada waktu itu dunia islam menjadi kiblat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia".
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak