ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Nabi Muchammad SAW dan Arti Dari Gelar Rochmatan Lil ‘Alamin
12 September 2024 12:00

MENELADANI SIFAT NABI MUCHAMMAD SAW MELALUI ULAMA'
Umat Islam meyakini Nabi Muchammad SAW sebagai nabi terakhir yang diutus untuk seluruh manusia. Semua geraknya menjadi teladan apalagi dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan. Seperti yang diabadikan dalam Al Qur-an, hadits, dan kitab yang ditulis para ulama’.
Kita juga bisa melihat keluhuran budi Nabi Muhammad melalui ulama’ yang ta’at dengan ajarannya. Dalam hadits dikatakan Al ulama’ warosatil wawarotsatul ambiyaa’ (Ulama' itu adalah warisku dan warisnya para Nabi-Nabi), dalam kitab Jaami'us Shoghir jilid 2, bab huruf 'ain, halaman 115.
Satu di antaranya, Syech Muchammad Mukhtarulohil Mujtabaa Mu’thi (Kyai Mukhtar) mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, yang menjadi panutan bukan hanya dari kalangan muslim. Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang digagas beliau, menyatukan berbagai agama menjadi harmoni bagi NKRI, dengan prinsipnya yaitu "dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan". Kecintaan pada tanah air berdasar dari ajaran Rosululloh SAW bisa diterima semua umat.
Ajaran pentingnya keimanan manunggal dengan kemanusiaan, pentingnya kesadaran beragama yang dibarengi dengan kesadaran sebagai sebuah bangsa, adalah yang diperlukan seluruh umat manusia untuk menjalani kehidupannya di dunia hingga akhirat nanti. Bisa dilihat dengan jelas realisasi dari ajaran beliau, selain mengenai bimbingan keagamaan, Kyai Mukhtar mengajak seluruh muridnya untuk menerapkan nilai kemanusiaan. Seperti mencetuskan program santunan untuk anak yatim dan fakir miskin berskala nasional, program pembangunan rumah layak huni yang dinamai Rumah Syukur. Sebagai bukti rasa syukur manusia kepada Alloh Ta’ala dan syukur manusia kepada sesama manusia.
Dan dibangun juga lembaga pendidikan yang dinamai Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB). Kyai Mukhtar sering menyampaikan keutamaan pendidikan dengan kalimatnya yang khas, "pendidikan tidak penting tapi maha penting". Bukannya pendidikan yang mengutamakan kecerdasan otak seperti pada umumnya, pendidikan yang diterapkan di THGB lebih mengedepankan penjagaan fitroh anak-anak. Karena menurut Kyai Mukhtar, kecerdasan otak tidak lebih penting daripada kecerdasan hati.
Muhammad Husain Haekal menulis dalam bukunya Sejarah Hidup Muhammad, “kebudayaan Islam lahir atas dasar yang bertolak belakang dengan kebudayaan barat. Ia lahir atas dasar rohani yang mengajak manusia pertama sekali dapat menyadar hubungannya dengan alam dan tempat-tempatnya dalam alam ini dengan sebaik-baiknya. Kalau kesadaran demikian sudah sampai ke batas iman, maka imannya itu mengajaknya agar tetap terus-menerus mendidik dan melatih diri, membersihkan hatinya selalu, mengisi jantung, dan pikirannya dengan prinsip-prinsip yang lebih luhur—prinsip-prinsip harga diri, persaudaraan, cinta kasih berbakti, dan bertaqwa". (OPSHID MEDIA)
—————
Bersumber dari:
- Ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Moch. Mukhtarulllohil Mujtabaa Mu'thi.
- Risalah Dhilaalul Mustadl’aafiin, oleh Syech Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.
- Menyambut Haulnya Kyai Ahmad Syuhada' ke-91 (1992), oleh Syekh Moch. Mukhtarulllohil Mujtabaa Mu'thi.
- Keterangan Bapak Ali Muchtarom.
- Sejarah Umat Islam; Pra-kenabian hingga Islam di Nusantara (2016), oleh Prof. Dr. Hamka.
- The Untold Islamic History (2023), oleh Edgar Hamas.
- Sejarah Peradaban Islam (2018), oleh Dr. Din Muhammad Zakariya,M.Pd.I
- Sejarah Hidup Muhammad (2002), oleh Muhammad Husain Haekal (penerjemah Ali Audah).
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan