ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Dunia Butuh Ajaran Cinta Jalaluddin Rumi
30 September 2024 09:00

HARI RUMI DAN KEBAGKITAN TASAWUF DUNIA
Kyai Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah yang juga merupakan salah satu Ulama’ besar Indonesia pernah menjelaskan bahwa penetapan hari Rumi Dunia merupakan salah satu tanda kebangkitan Tasawuf dunia.
“Tanda pertama bahwa ilmu Tasawuf dunia akan bangkit lagi, kelahirannya Syekh Maulana Jalaluddin Rumi tanggal 6 Robi’ul Awwal tahun 604 Hijriyyah atau tanggal Masehi 30 September 1207, ditetapkan oleh organisasi dunia namanya UNESCO menjadi hari Rumi Dunia,” pitutur luhur Sang Mursyid dalam pengajian 1 Muharrom 1444H.
Pada kesempatan yang sama Beliau juga menceritakan bahwa Sang Mursyid pernah berkunjung ke Turki pada tahun 2005 silam. Tepatnya di kota Konya untuk ziarah makam Maulana Jalaluddin Rumi. Kunjungan tersebut cukup mengagetkan Beliau. Dikarenakan Beliau melihat banyak orang dari berbagai lintas agama ramai mengunjungi makam sang Sufi tersebut.
Karena penasaran, Beliau akhirnya bertanya kepada salah satu orang pengunjung yang diketahui beragama Hindu. “Apa Tuan tidak tahu ini orang Islam, faham Tasawuf?”, tanya Beliau.
“Saya tahu, saya mengetahui Jalaluddin Rumi ini orang Islam. Dan tokoh Tasawuf, tapi ini sudah milik dunia. Jangan diklaim milik orang Islam saja. Walaupun saya orang Hindu, datang kesini untuk menghormati, ini milik dunia,” jawabnya dengan tegas.
Di sini dapat kita ambil hikmahnya bahwa ajaran cinta bernafaskan tashawuf Maulana Jalaluddin Rumi dapat menembus lintas agama, tempat, dan waktu. Bahkan di masa sekarang, 8 abad sejak wafatnya sang Sufi, kita dapat membuktikan di tengah carut marut dunia ini, ajaran cinta dan saling kasih mengasihi adalah yang dibutuhkan manusia untuk mencapai perdamaian dunia.
Sebagai salah satu tanda kebangkitan tashawuf, Hari Rumi Dunia ini patut kita syukuri bersama untuk menyambut kebangkitan tashawuf yang bisa mengarah pada perdamaian dunia. (OPSHID Media)
____________
Bersumber dari:
• Ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.
• Shilaturochmi dan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah (1444), oleh Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi
• Buku Sepenggal Mengenai Faham-Faham Shiddiqiyyah, oleh Kyai Muchammad Mukhtarulohil Mujtabaa Mu'thi.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur