Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pecahnya Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

26 Desember 2024 07:00

Pecahnya  Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

Uni Soviet atau USSR (Uni Soviet Socialist Republic) adalah negara federasi sosialis komunis yang pernah eksis selama hampir 70 tahun, dari tahun 1922 hingga 1991 di Eurasia. Uni Soviet berakhir pada 26 Desember 1991 dan pecah menjadi 15 negara, yaitu: Rusia, Estonia, Latvia, Lituania, Belarus, Moldova, Ukraina, Georgia, Armenia, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kirgiztan, dan Tajikistan.

Seperti kita ketahui, 6 dari 15 negara tersebut adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim. Pada masa Kekaisaran Rusia, beberapa negara tersebut dicaplok di bawah rezim Rusia, meski berdiri sebagai negara sendiri. Tepatnya mulai abad ke 16, Rusia mulai menguasai tanah Tatarstan (masih menjadi bagian negara Rusia), dan sebagian Kazakhstan pada abad ke 18. Beberapa negara bagian Asia Tengah juga masuk dalam rezim Rusia, yaitu: Keamiran Bukhara di tahun 1868, Kekhanan Khiva di tahun 1873, dan Kekhanan Kokand di tahun 1876, yang mana saat itu adalah teritori Kirgiztan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Sistem pemerintahan Kekaisaran Rusia bisa dibilang ada pro dan kontra terhadap Muslim. Pada masa pemerintahan beberapa Tsar seperti Peter I, pemerintah sangat curiga pada segala aktivitas Muslim yang dianggap dapat memicu pemberontakan. Hal ini bertolak belakang dengan pemerintahan Catherine II yang memberikan kebebasan beragama di bawah faham “Toleration of All Faith”. Meski Muslim menemui beberapa kesulitan di bawah Kekaisaran Rusia, namun itu tidak ada bandingannya dengan bagaimana komunis memperlakukan Muslim.

Keberadaan Uni Soviet dimulai semenjak Revolusi Rusia pada tahun 1917 di mana Tsar Rusia terakhir, Nicholas II mengundurkan diri. Kekaisaran Rusia runtuh dan digantikan oleh pemerintahan sementara Rusia. Di tahun yang sama, terjadi Revolusi Oktober di mana kaum Bolshevik yang dipimpin Vladimir Lenin menggulingkan pemerintahan sementara Rusia. Pada 30 Desember 1922 USSR resmi didirikan dengan anggota RSFS Rusia, RSFS Transkaukasia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia, dengan Lenin sebagai pemimpin Uni Soviet pertama.

Uni Soviet sebenarnya adalah federasi politik dari beberapa Republik Soviet dengan ibukota di Moskow, namun nyatanya Uni Soviet menjadi suatu negara dengan pemerintahan terpusat dan ekonomi terencana. Uni Soviet menganut satu ideologi politik dari Partai Komunis Uni Soviet yaitu Marxisme-Leninisme.

Di masa pemerintahan Vladimir Lenin, bisa dibilang penduduk Muslim tidak terlalu ‘disentuh’. Pasca berakhirnya Kekaisaran Rusia kepada kaum Bolshevik, mayoritas perhatian pemerintah tertuju pada Kristen Ortodox di Rusia, yang sebelumnya memang memiliki hubungan erat dengan Kekaisaran Rusia. Sementara Islam masih dianggap aman karena berada di pihak oposisi di masa pemerintahan Kekaisaran Rusia dan sudah memiliki pemikiran anti-Rusia.

Sebelumnya, properti-properti yang diwaqafkan untuk Muslim diambil oleh negara dan Sharia Court/Law (Hukum Syariah, sistem hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan Hadits—red) dilarang. Namun pada tahun 1922, keputusan tersebut dibatalkan. Sekolah-sekolah Islam dan juga Hukum Syari’ah boleh beroperasi secara legal. Jadi meskipun bertentangan dengan faham anti-agama milik komunis, pada tahun-tahun tersebut Muslim di Uni Soviet dapat menjalankan ibadahnya dengan bebas. Namun, tahun-tahun aman tersebut tak berlangsung lama.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida