Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pecahnya Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

26 Desember 2024 07:00

Pecahnya  Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

Itulah beberapa poin yang disampaikan oleh Ruhulloh Khomeini pada Gorbachev. Bisa kita simpulkan dari penggalan bunyi surat di atas, bahwa Ruhulloh Khomeini sejatinya memperingati Gorbachev akan hancurnya komunisme dan bahwa beriman kepada Tuhan dan juga Islam adalah jalan sesungguhnya yang mereka butuhkan.

Isi surat dari Ruhulloh Khomeini kepada Gorbachev bisa dibaca pada artike berikut: Sebuah Panggilan Untuk Beriman: Surat Ruhulloh Khomeini Kepada Mikhail Gorbachev (Terjemahan Bahasa Indonesia)

Menurut keterangan dari Ayatulloh Amoli, representatif dari Iran yang diutus untuk menyampaikan surat tersebut, Gorbachev menghabiskan 2 jam untuk duduk dan membaca surat tersebut. Wajahnya berubah merah beberapa kali ketika membaca surat itu, terutama pada bagian dimana Imam Khomeini menyatakan komunisme hanya akan ditemukan di museum.

Ayatulloh Amoli mengutip tanggapan Gorbachev bahwa Moskow menyatakan diri tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang dilakukan para leluhur. Kemudian ia tersenyum dan berkata, “sepertinya sudah jelas Imam tidak menyukai ideologi kami dan mengundang kami kepada Islam. Perlukah kami mengundang beliau kepada ideologi kami juga?”, meskipun ia melanjutkan bahwa pernyataan tersebut hanya bercanda. Tak lama kemudian, Gorbachev mengirimkan surat balasan pada Ruhulloh Khomeini. Meskipun isi surat tersebut tidak banyak diberitakan, tetapi bisa dikatakan Gorbachev menolak undangan Khomeini untuk menganut ajaran Islam.

Peringatan dari Ruhulloh Khomeini terbukti benar. Hampir 3 tahun setelah surat tersebut, pada 26 Desember 1991 Uni Soviet resmi bubar. Rupanya, runtuhnya Uni Soviet masih ada hubungannya dengan Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Mengambil keterangan dari buku “Syech Syueb Jamali Sang Guru”, karya Fariduddin Attar dan disusun oleh Edi Setiawan, bahwa selama 8 bulan sebelum keruntuhan Soviet, Syekh Mukhtar mengamalkan suatu do’a yang tujuannya untuk membubarkan Soviet.

Pengerjaan do’a tersebut merupakan tugas dari guru Syekh Mukhtar, yaitu Syekh Syueb Jamali. Tertulis, Syekh Syueb yang baru kembali dari Rusia langsung mendatangi Syekh Mukhtar di Indonesia hanya untuk keperluan menyampaikan tugas tersebut. 

“Aku dan Khomeini juga sepakat do’a juga. Jadi kita bertiga akan do’a di tempat sendiri-sendiri tapi do’a bersama-sama untuk satu perkara yang besar”, demikian yang didawuhkan oleh Syekh Syueb kepada Syekh Mukhtar, untuk membuyarkan Uni Soviet.

Pada bulan April 1991, do’a dari tiga ulama’ tashawuf besar ini dimulai dan diamalkan selama 8 bulan. Dan hasilnya, negara Super Power dunia ini pun runtuh juga. Pada saat itu, keruntuhan Soviet merupakan hal yang sulit dipercaya, mengingat kuatnya cengkraman Soviet di dunia. Nyatanya, kekuasaan Soviet selama 70 tahun di muka bumi berakhir, dan, seperti ramalan Khomeini, hanya bisa dibaca di buku sejarah dan museum.

Di tahun 2022, tepatnya lebih dari 30 tahun setelahnya, Syekh Mukhtar menyatakan bahwa kebangkitan tashawuf dunia sudah di depan mata. Tepatnya ada 5 tanda-tanda kebangkitan tashawuf, yaitu:

  1. Kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid
  2. Pecahnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991
  3. Penetapan Hari Rumi Sedunia pada tanggal 30 September
  4. Pandemi COVID-19
  5. Peristiwa Losplos Jomja Iroja 7-7-2022

 

===

Sumber:

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida