Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pecahnya Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

26 Desember 2024 07:00

Pecahnya  Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf

Setelahnya, rezim Soviet melancarkan penindasan yang ekstrem pada kaum Muslim. Kampanye anti agama diluncurkan di bawah pemerintahan Joseph Stalin, yang memerintah setelah kematian Lenin pada tahun 1924. Kampanye itu juga diteruskan hingga masa berkuasanya Nikita Khruschev pada tahun 1953. 

Kampanye ini ditujukan untuk mengubah aspek kemasyarakatan yang ada di Asia Tengah dan Kaukasus, karena dianggap menghalangi jalan untuk membangun negara sosialis. Maka untuk membangun surga sosialis yang diinginkan oleh Partai Komunis, pemerintah menghancurkan tradisi-tradisi Islam, menutup masjid, madrasah dan maktab (sekolah-sekolah agama Islam—red). Sebuah undang-undang yang dirilis tahun 1929 menyebabkan aktifitas ibadah secara terbuka dilarang. Semua ini ada dalam masa Great Purge atau pembersihan besar-besaran oleh Stalin.

Masjid dan madrasah yang dihancurkan diubah menjadi museum anti agama. Dengan lebih dari 40 juta penduduk Muslim, Uni Soviet hanya memiliki antara 300 hingga 500 masjid yang masih beroperasi, namun dilarang untuk kegiatan ibadah. Masyarakat pun takut mengunjungi masjid atau tempat-tempat ibadah lainnya karena dihantui ancaman kehilangan pekerjaan dan dikucilkan oleh masyarakat.

Para pemimpin-pemimpin muslim dianggap sebagai musuh masyarakat. Ilmu-ilmu dan segala jenis pengetahuan seputar agama Islam dihapuskan dengan cara mengeksekusi para cendekiawan agama Islam—seperti syekh dan ulama’—secara brutal. Hal ini bertujuan untuk memutus transfer ilmu agama Islam kepada generasi-generasi mendatang.

Yang paling parah adalah ketika Stalin membiarkan atau bahkan secara sadar menyebabkan bencana kelaparan melanda Asia Tengah. Sebanyak lebih dari 10 ribu penduduk Tatar Krimea tewas karena kelaparan di Uzbekistan setelah deportasi masal, 30 ribu orang meninggal di pengasingan, dan ribuan lainnya dipekerjakan dalam proyek skala besar dalam kamp kerja paksa yang diterapkan dalam sistem Gulag.

Pada tahun 1943, badan pemerintahan resmi untuk mengurus administrasi terkait urusan keagamaan Islam didirikan dan berpusat di Tashkent, Uzbekistan, dengan nama SADUM (Spiritual Administrations of the Muslim of Central Asia and Kazakhstan—red). Awalnya SADUM terlihat seperti secercah harapan bagi Muslim untuk bisa kembali mendapatkan kebebasan beribadah di Soviet, namun pada prakteknya SADUM justru mengontrol dengan ketat aktifitas agama Islam. SADUM seringkali menolak legalitas aktifitas-aktifitas tersebut, dan bahkan, melalui arahan pemerintah Soviet, digambarkan sebagai aktifitas yang ‘tidak Islami’. Persaudaraan Sufi dianiaya, dan faham-faham Sufi dipelintir untuk memasukkan Islam dalam faham Marxis-Leninis.

Pemelintiran faham tersebut bahkan sampai pada pembenaran keberadaan komunis. Para pemimpin Muslim di Soviet diperintah untuk menyampaikan faham Islam sesuai dengan arahan pemerintah, dan hanya para pemimpin-pemimpin yang bersedia bekerjasama penuh yang bisa mempertahankan posisinya. Dalam pemelintiran itu, dikatakan Alloh menghendaki adanya komunisme di dunia dengan mengirim Karl Marx dan Friedrich Engels untuk menyebarkan sosialisme dan berusaha mewujudkan masyarakat Muslim yang adil dan modern.

Mulai tahun 1960an, Islam di Soviet menghadapi persepsi baru yaitu Islam digambarkan sebagai budaya atau dongeng dan bukannya agama. Encyclopedia Britannica menyebut periode ini adalah “tradisionalisasi dan nasionalisasi agama”. Di sisi baiknya, meski dengan persepsi yang keliru, Muslim di Soviet dapat bertahan dan lumayan berkembang hingga 1980an. Meski akhirnya, pemerintah meluncurkan “kampanye anti Islam berskala besar terakhir” untuk benar-benar menggerus Islam. Fase ini berlangsung hingga pertengahan 1980an, yaitu ketika ditetapkannya sistem politik Glasnost dan Perestroika di bawah pemerintahan Mikhail Gorbachev. Spoiler alert, Glasnost dan Perestroika ini akhirnya menjadi salah satu penyebab keruntuhan Uni Soviet.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida