Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Kesalahan Berlogika Dalam Frasa “Kemerdekaan Republik Indonesia”

17 Agustus 2024 07:00

Kesalahan Berlogika Dalam Frasa “Kemerdekaan Republik Indonesia”

Sejarah merupakan satu hal penting agar manusia dapat memahami, mempelajari, mengenang, menghormati, menghargai maupun turut berduka dengan segala yang terjadi pada masa lampau. Di bulan Agustus ini, sebagai rakyat Indonesia yang menikmati kemerdekaan, sudah sepatutnya kita mengetahui, mengingat, dan mensyukuri sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk merayakan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Dari semua itu, yang paling sering terlihat dan terdengar adalah frasa “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia”. Istilah tersebut telah menjadi kebiasaan rakyat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan. Namun, apakah frasa tersebut sesuai dengan sejarah yang ada?

Bagi Shiddiqiyyah, Frasa "Kemerdekaan Republik Indonesia" adalah salah letak keliru pasang. Mengenai hal ini, pada Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke 78 tahun lalu (2023), OPSHID Media juga sudah mengulasnya: 17 Agustus 1945 BUKAN Kemerdekaan Republik Indonesia, Bagaimana Bisa?

Selanjutnya mari kita tinjau dari akte kemerdekaan kita, naskah proklamasi:

PROKLAMASI

KAMI BANGSA INDONESIA, DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA. HAL – HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN – LAIN DISELENGGARAKAN DENGAN CARA SEKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.

JAKARTA, 17 AGUSTUS 1945

ATAS NAMA BANGSA INDONESIA.

SOEKARNO - HATTA

Disebutkan dengan jelas bahwa yang menyatakan kemerdekaan adalah “KAMI BANGSA INDONESIA”, bahkan dipertegas lagi “ATAS NAMA BANGSA INDONESIA”. Memangnya apa perbedaan bangsa dan republik?

Menurut KBBI:

Republik adalah: "Bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat dan dikepalai oleh seorang presiden".

Bangsa adalah: "Kelompok Masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, Bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri."

Bangsa Indonesia telah dijajah selama 434 tahun lamanya, sejak Portugis datang di tahun 1511 dengan semboyan “Gold, Glory, Gospel” dan dilanjut oleh negara Spanyol, Belanda, Perancis, Inggris, dan Jepang. Bangsa Indonesia juga telah melakukan perjuangan dan pergerakan selama waktu tersebut untuk meraih kemerdekaan.

Apakah dalam kurun waktu tersebut sudah ada bentuk pemerintahan? Apakah sudah ada presiden dan menteri-menteri? Di dalam naskah proklamasi juga jelas, “SOEKARNO – HATTA”, bukan Presiden dan Wakil Presiden. Bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia baru didirikan pada 18 Agustus 1945, tak pernah ada sebelum itu.

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.