ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiRumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
· 6 menit baca · Diperbarui
KEMANDIRIAN YANG MENOPANG GERAKAN
Di balik perkembangan tersebut, kemandirian pendanaan menjadi salah satu ciri utama program Rumah Syukur. Seluruh pembiayaan dihimpun melalui iuran kolektif anggota OPSHID, kepedulian murid-murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, serta dukungan unit usaha di lingkungan Shiddiqiyyah, terutama Sehat Tentrem.
Program ini dijalankan tanpa menggunakan uang negara dan tanpa mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah maupun pihak swasta. Pembiayaan bertumpu pada partisipasi kolektif dan semangat gotong royong yang dihimpun dari lingkungan Shiddiqiyyah sendiri.
Dewan Pimpinan Pusat OPSHID, Mulyono, memberikan penjelasan mengenai prinsip OPSHID tersebut.
“Dari ajaran sang Mursyid memang tidak memperkenankan OPSHID untuk pengajuan proposal pada pihak luar Shiddiqiyyah, OPSHID harus mandiri. Dan untuk itu di dirikan badan usaha seperti Sehat Tentrem. Dan harapannya, rumah yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak bagi penerima, tetapi juga menjadi amal yang manfaatnya terus dirasakan oleh keluarga mereka.” ungkap Mulyono.
KUALITAS BANGUNAN TERUS BERKEMBANG
Seiring bertambahnya jumlah pembangunan, kualitas Rumah Syukur juga mengalami perkembangan. Rumah tidak lagi sekadar didirikan sebagai bangunan permanen, tetapi dirancang untuk memenuhi kebutuhan penghuni, dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan fungsi ruang.
Kecepatan pembangunan pun terus meningkat dari tahun ke tahun, tanpa mengurangi standar dan mutu. Salah satu contohnya adalah pembangunan lima unit Rumah Pintar Shiddiqiyyah di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. 5 unit rumah pintar diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 hari. Selengkapnya baca: Pembangunan Rumah Gratis Kurang Dari 20 Hari?! Kekompakan dan Semangat OPSHID Mencetak Sejarah Baru!
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari