Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Peran Krusial Relawan Putri Mewujudkan Rumah Syukur

02 Juli 2024 19:00

Peran Krusial Relawan Putri Mewujudkan Rumah Syukur

Organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah, khususnya DHIBRA dan OPSHID FKYME seringkali melakukan program sosial kemanusian, seperti pembangunan Rumah Syukur yang saat ini sedang berlangsung. Dari sekian banyak faktor pendukung suksesnya program tersebut, ada satu peranan penting di dalamnya, ialah relawan putri dalam menyajikan hidangan konsumsi untuk relawan pembangunan.

Dalam program pembangunan Rumah Syukur, pasti ada satu tempat dimana kepulan asap menjulang tinggi dengan aroma sedap mengundang lapar. Tempat ini menjadi markas para relawan putri mengolah bahan mentah menjadi makanan siap santap penambah kekuatan fisik.  

Relawan berasal dari kata dasar “rela” yang berarti bersedia atau ikhlas. Pengertian relawan merujuk sifat sukarela, keikhlasan dalam memberikan waktu dan tenaganya untuk melakukan pekerjaan tanpa mengharapkan imbalan finansial, serta bertujuan membantu masyarakat atau mendukung suatu tujuan yang besar. Sebagaimana yang dilakukan relawan putri dalam menyiapkan konsumsi untuk relawan pembangunan. Adapun penyediaan konsumsi dilakukan secara gotong royong untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi dengan baik. Semuanya dilakukan atas dasar kesadaran untuk mengharapkan Ridho Alloh Ta'ala.

Mengapa kebutuhan Pangan Harus Dipenuhi?

Menjamin ketersediaan konsumsi merupakan upaya krusial untuk menunjang progres pembangunan Rumah Syukur. Menurut Pak Syarifuddin, atau akrab disapa Pak Pamong selaku DPP OPSHID divisi akomodasi konsumsi, menyatakan pentingnya peran konsumsi, jika diibaratkan sebuah mesin yang memerlukan bahan bakar untuk beroperasi secara maksimal, maka pekerja juga membutuhkan konsumsi yang memadai untuk menjaga energi dan kesehatan, sehingga dapat menjalankan program sosial kemanusiaan dengan efektif dan efisien.

Selain itu, pasokan konsumsi yang cukup, dapat mengurangi potensi terjadinya hambatan atau keterlambatan dalam pembangunan rumah. Adanya konsumsi membuat proses pengerjaan dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan hasil yang optimal. 

Selain itu, menjaga ketersediaan konsumsi berarti menciptakan kesejahteraan bagi penerima Rumah Syukur. Sebab, program Rumah Syukur ini adalah implementasi Shiddiqiyyah dalam memulyakan kaum dhu’afa dan yatim piatu. Maka tidak sepatutnya jika penerima harus mengatur dan membiayai konsumsi pekerja yang terlibat. Maka tercukupinya kebutuhan ini, agar penerima tidak terbebani oleh tanggungan apapun dan dapat merasakan manfaat penuh dari bantuan yang diberikan.

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Nuraida