ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pengaruh Besar Organisasi Jam’iyyah Kautsaran Putri dalam Perkembangan Shiddiqiyyah
05 Januari 2025 07:00
Peran wanita memiliki pengaruh besar dalam peradaban umat manusia, dan menjadi tonggak kokoh yang menopang keberlanjutan generasi suatu bangsa.
Ungkapan yang menggambarkan pentingnya peran wanita sebagai ibu adalah, 'Madrasah Al-Ula' yang berarti “ibu adalah sekolah pertama". Pendidikan sejatinya dimulai sejak anak dalam kandungan, dengan ibu sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan.
Ibu memegang peran krusial dalam menentukan arah dan masa depan bangsa, karena dari merekalah lahir generasi emas — putra-putri berakhlak mulia dan cinta tanah airnya. Tak heran, semboyan 'Wanita adalah tiang negara" menjadi begitu relevan."
Dalam Mau'idhotul Chasanah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menyampaikan hadist yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, yang menyebutkan Rosululloh SAW bersabda, 'Al-Jannatu tachta aqdamil ummahati'—'Surga terletak di bawah telapak kaki ibu.'
Hadis ini menyoroti peran penting kaum ibu di seluruh dunia. Dalam Al-Qur'an, ada lima nabi yang diberi gelar Ulul Azmi: Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muchammad. Di balik keistimewaan mereka, ibu memiliki peranan sentral. Atas peran besar ibu, para Nabi Ulul Azmi menyebarkan ajaran agama untuk menerangi umat manusia. Ini menunjukkan peran hebat wanita dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai luhur pada generasi penerusnya.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah memaknai hadits ini bukan hanya secara harfiah, tetapi juga dari sudut pandang tasawuf. Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan 'Al-Jannah' adalah kebahagiaan manusia, sementara 'Tachta' (di bawah) merujuk pada asuhan dan didikan ibu. Jadi, bukan telapak kaki secara fisik yang dimaksud, namun sebuah isyaroh (petunjuk). Maknanya adalah kebahagiaan hidup manusia terletak di bawah asuhan dan pendidikan ibu.
Bersumber dari hadits tersebut, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mendirikan Organisasi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) sebagai wujud nyata kehebatan peran wanita. Organisasi ini menjadi wadah perjuangan para wanita dalam melestarikan ajaran Shiddiqiyyah dengan landasan keimanan dan kemanusiaan.
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?