ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pengaruh Besar Organisasi Jam’iyyah Kautsaran Putri dalam Perkembangan Shiddiqiyyah
05 Januari 2025 07:00

BERDIRINYA ORGANISASI WANITA PERTAMA di THORIQOH SHIDDIQIYYAH
Kekaguman beliau terhadap peran wanita diwujudkan dalam pembentukan JKPHS yang berperan aktif dalam Gerakan Syukur untuk mencapai Ridho Allah, "Dari satu hadist itu saya mengambil aspirasi, bagaimana hebatnya peranan wanita. Saya sampai takjub, maka saya sampai mendirikan organisasi, saya namakan Organisasi Kautsaran Putri Haajarulloh, hanya satu hadits itu sumber aspirasinya”, Pitutur Sang Mursyid.
Sejak awal pembentukan, Organisasi JKPHS telah mengalami tig kali perubahan nama, di antaranya:
Nama awal, Pada 5 Rojab 1401 H/9 Mei 1981 M bernama Jam'iyyah Kautsaran Putri Fatimah binti Maimun Hibbatulloh Dewi Ratna Swari Shiddiqiyyah. Nama ini mengacu pada muballighoh (juru dakwah wanita) pertama di Nusantara yang tercatat dalam sejarah perkembangan islam di Indonesia.
- Perubahan pertama: Pada 17 Muharrom 1423 H/30 Maret 2002 M, menjadi Jam'iyyah Kautsaran Putri Fatimah binti Maimun Haajarulloh Shiddiqiyyah. Diresmikan dalam acara Shilaturrochmi dan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah di Nganjuk.
- Perubahan kedua: Pada 28 Muharrom 1430 H/25 Januari 2009 M, menjadi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS) yang digunakan hingga kini. Diresmikan dalam acara Shilaturrochmi dan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah di Surabaya.
Semua nama organisasi diberikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, masing-masing sarat akan makna dan harapan. “Nama Organisasi Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah saya deklarasikan di Kota Pahlawan (Surabaya), supaya wanita-wanita Shiddiqiyyah ini menjadi pahlawan islam”, pitutur luhur beliau.
Sang Mursyid mengingatkan arti Haajarulloh, “Jangan sampai lupa, Haajarulloh Shiddiqiyyah berarti orang yang berhijrah kepada Allah". Nama ini juga merujuk dari sosok Siti Hajar sebagai pejuang agung wanita. Perjuangannya mencari air untuk anaknya; Ismail, hingga menemukan zam-zam —sumber air di tengah padang pasir sebagai Mukjizat Alloh. Hingga kini zam zam lestari manfaatnya dinikmati umat manusia.
Setiap organisasi memiliki tugas masing-masing dalam mendukung perjuangan Shiddiqiyyah. Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah pun berperan sebagai penunjang perjuangan di Shiddiqiyyah di antaranya melalui media do'a, yaitu mensyiarkan ibadah Do'a Kautsaran. Agenda kaustaran rutin diadakan di seluruh cabang JKP. Tiap cabang ada yang mengagendakan satu sampai dua kali dalam sepekan. Serta mengadakan Kautsaran rutin pada Ahad Kliwon untuk mensyukuri hari lahir Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Do'a Kautsaran sendiri merupakan kumpulan ayat-ayat dari Al Qur-an yang tersusun menjadi rangkaian do'a dengan sebutan Do'a Kautsaran.
Do'a Kautsaran ini sudah dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan. Bahkan, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah pernah menerima undangan dari utusan Mangkubuwono XIII untuk melaksanakan Do'a Kautsaran di Keraton Solo. “Berkahnya kautsaran putri sudah didengar dimana mana, baikpun di dalam negeri maupun di luar negeri. Insyaalloh Jam'iyyah Kautsaran Putri akan melaksanakan kautsaran di keraton Solo”, pitutur luhur beliau.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah juga menjelaskan sasaran dari do'a Kautsaran yang diamalkan oleh Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah yaitu: Mendoakan tanah air Indonesia, mendoakan seluruh rakyat Indonesia, mendoakan keselamatan kemerdekaan bangsa Indonesia, mendoakan keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mendoakan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah tetap lestari.
Dalam acara ulang tahun JKPHS ke-40, Sang Mursyid menyampaikan, “Di Thoriqoh Shiddiqiyyah ada bermacam-macam organisasi, tetapi tidak ada organisasi Kautsaran Putra, yang ada Kautsaran Putri. Mengapa tidak ada organisasi putra?”.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur