ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00

Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah tahun ini membangun 66 unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah, pembangunan ini dilaksanakan dalam rangka mensyukuri Sumpah Pemuda dan juga lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-95. Angka 66 merupakan angka paling besar dalam sejarah OPSHID dalam satu acara.
Karena ini adalah sebuah mega proyek maka, OPSHID di seluruh Indonesia secara totalitas membangun 66 unit. Yang tersebar di 57 Kota atau Kabupaten dalam 13 provinsi di seluruh Indonesia. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di benak publik, mengenai mega proyek ini.
Pendanaannya dari mana? 66 unit itu yang membayar siapa? Kemudian, boleh tidak mengajukan atau mendaftarkan diri sebagai penerima rumah syukur? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami menemui Bapak Arya Rahman untuk membahas tentang Rumah Syukur.
Selengkapnya simak dibawah.
Tanya: Bapak Aria ini selaku apa di OPSHID?
Jawab: Sebagai pengurus DPP OPSHID di bidang Sosial Kemanusiaan.
Tanya: Dalam hal ini, tugas di sosial kemanusiaan kurang lebih apa saja?
Jawab: Tugasnya survei pembangunan rumah, juga survei santunan. Karena OPSHID sendiri organisasi sosial keagamaan. Jadi program sosial adalah salah satu program prioritas yang ada di OPSHID.
Tanya: Bagaimana prosedur survey untuk menentukan penerima rumah syukur?
Jawab: Dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah sudah punya patokan sendiri untuk melaksanakan program pembangunan rumah syukur, rumah siapa yang harus dibangun.
Jadi kriteria pertama, mereka adalah kaum dhuafa. Dhuafa ini kalau dijabarkan ada lebar sekali, ibaratnya kaum fakir miskin termasuk duafah. Miskin atau yatim atau piatu, juga masuk kategori Dhuafa.
Kemudian yang kedua, kriterianya harus memiliki tanah yang tidak dalam sengketa.
Yang ketiga, secara perekonomian susah untuk mengumpulkan atau mememiliki ketahanan hidup.
Yang selanjutnya, punya keluhan sakit secara fisik maupun mental.
Jadi secara kriteria itu harus memenuhi syarat dari empat syarat tersebut.
- Kaum Dhuafa
- Memiliki status tanah yang jelas
- Sulit dalam mengais ekonomi untuk menunjang kehidupan sehari-hari
- Memiliki riwayat atau dalam kondisi sakit, baik secara fisik maupun mental.
Tanya: Apakah OPSHID yang langsung turun ke lapangan atau menunggu ada yang mendaftarkan diri?
Jawab: Jadi OPSHID sudah terbiasa berhubungan dengan kaum dhuafa atau anak yatim. Karena hampir setiap bulan, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah itu mengadakan agenda santunan. Santunan kepada fakir miskin atau dhuafa, di setiap hari kelahiran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan juga hari kelahiran pimpinan OPSHID.
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa