ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00

Tanya: Apakah hal ini merupakan perintah khusus dari Bapak Pimpinan (Bapak Subchi) untuk melakukan santunan secara rutin?
Jawab: Kalau perintah rutin, memang jelas. Karena pimpinan kita, sangat cinta kepada kaum-kaum dhuafa, yang memang benar-benar membutuhkan. Jadi di dalam Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah, supaya kita menjadi Insan atau warga yang mengaku beragama Islam, harus mencintai fakir miskin dan anak yatim. Agar tidak dicap sebagai pendusta Agama.
Jadi memang paling getol disampaikan oleh Bapak ketua umum atau pimpinan kami, Bapak Muhammad Subchi Azal Tsani. Otomatis dari anggota OPSHID dan jiwa-jiwa OPSHID tergerak hatinya untuk mengikuti arahan beliau.
Tanya: Artinya, sudah puluhan tahun dilakukan oleh OPSHID?
Jawab: Kalau agenda santunan, sudah dilaksakan puluhan tahun. Sejak keberlangsungan OPSHID tahun 2002-2023, kurang lebih selama 21 tahun.
Tanya: Mulai membangun rumah ini, kalau tidak salah pada tahun 2008?
Jawab: Kalau atas nama Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah sudah dimulai sejak tahun 2008, itu di daerah terpencil di Kabupaten Jombang, Kecamatan Plandaan, Dusun cepit.
Untuk yang secara terpusat diawali dari tahun 2012. Saat itu, ketua umum mempunyai gagasan untuk berinisiatif, supaya OPSHID membangun sekian puluh unit dalam satu acara.
Tanya: Bisakah mendaftar sebagai penerima Rumah Syukur?
Jawab: Pada dasarnya, siapapun boleh mendaftarkan atau mencalonkan kepada Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah. Tapi dari OPSHID sendiri, memiliki beberapa syarat atau acuan siapa yang bisa menerima program tersebut tahun ini. Meski demikian, kami membuka peluang kepada siapapun, asal sesuai dari kriteria yang ditetapkan oleh OPSHID.
Tanya: Kalau mendaftar, apakah sudah pasti akan langsung dibangunkan?
Jawab: Tidak. Jadi kemampuan kita kan berbeda dengan pemerintah. OPSHID sendiri satu organisasi sosial yang terus membangun rumah syukur ditandai beberapa momentum-momentum nasional, seperti Tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia tiap-tiap bulan Agustus, dan juga Tasyakuran Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan di bulan Oktober.
Tanya: Soal memiliki tanah yang tidak dalam sengketa, bagaimana maksudnya?
Jawab: Masalah tanah yang tidak dalam sengketa. Nomor satu, tanah tersebut sudah bersertifikat atas nama pribadi calon penerima, bisa juga tanah dari waris keluarga yang sudah diketahui, atau si calon penerima mendapatkan hibah dari tetangga, dan tentunya juga atas sepengetahuan aparat desa.
Tanya: Apakah pernah terjadi ada tetangga yang menghibahkan tanah?
Jawab: Pernah ada satu kasus, kalau tidak salah di tahun 2014 atau 2015, ada satu calon penerima yang menumpang di rumah tetangga, karena memang benar-benar tidak memiliki tanah, baik waris maupun pribadi.
Ketika kami menyampaikan maksud dan tujuan, tetangga itu malah mengajukan untuk menghibbahkan tanahnya.
Tanya: Kenapa kok harus punya sertifikasi yang jelas?
Jawab: Dalam kehidupan sosial, setiap manusia harus memiliki sebuah kedaulatan dan kemerdekaan yang hakiki, setidak-tidaknya tanah yang ditempati. Agar sudah tidak bisa diganggu gugat baik dari saudara, tetangga, atau orang lain. Karena permasalahan rumah dan hak waris sangat rawan di lingkungan sosial.
Tanya: Jadi OPSHID ini benar-benar hati-hati dalam memilih penerima?
Jawab: OPSHID memberikan rumah dengan harapan memberikan sebuah ketentraman dan kenyamanan. Jadi jangan sampai waktu sekitar 30 - 40 hari kita menggalang semua anggota untuk fokus di dalam satu program besar tersebut, malah nantinya terjadi masalah sengketa. Jika itu terjadi, banyak pihak-pihak yang dirugikan.
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia