ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00
Tanya: Apakah OPSHID punya rencana untuk membangun Rumah Susun untuk menampung lebih banyak orang?
Jawab: OPSHID sempat punya wancana untuk membangun Rumah Susun seperti apartemen. Tapi sampai saat ini belum terrealisasi, karena dikhawatirkan penerima malah jauh dari aktifitas ekonomi, dan lingkungan sehari-hari, dan nantinya sulit beradaptasi. Jadi masih banyak pertimbangan.
Tanya: Namun tidak menutup kemungkinan, jika di suatu daerah banyak yang membutuhkan rumah Layak Huni, akan dibangunkan Rumah layak Huni versi Susun?
Jawab: Iya tidak menutup kemungkinan, nantinya OPSHID akan membangun rumah versi susun. Mohon do’anya.
Tanya: Ada yang bertanya ‘Omahku wes difoto-foto, tapi kok dibagun-bangun’ bagaimana OPSHID menyikapi hal ini?
Jawab: Ketika OPSHID mensurvei calon penerima tidak pernah menjanjikan untuk dibangunkan rumah. Kami mensurvei untuk mencari siapa yang paling layak dibangunkan rumah menurut kriteria yang disebutkan tadi.
Orang yang berkomentar seperti itu, mungkin tidak bisa membedakan antara yang dilakukan OPSHID dan program dari lembaga lain. Yang jelas, OPSHID berbeda dengan program Bedah Rumah.
Dan penerima baru diberitahu ketika sudah diputuskan, biasanya ketika H-2 sebelum pembongkaran.
Tanya: Apakah pernah ada penolakan?
Jawab: Alchamdulillah belum ada. Namun seringkali penerima skeptis ‘apakah benar sampean mau membangun rumah saya sampai selesai?’. Tapi setelah material didatangkan, baru langsung percaya.
Tanya: Bagaimana suka-dukanya selama menjabat menjadi tim survey?
Jawab: Karena sudah menjadi kebiasaan, ya kita adanya bukan duka lagi, sudah sangat terbiasa, tidak ada rasa duka untuk bersilaturahmi dengan kaum dhuafa. Karena dibangun dengan ikhlas, kalau ikhlas sudah tidak ada duka apalagi jika sudah cinta yang ada hanya keperdulian.
(OPSHID Media)
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem