ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00

Tanya: Tahun ini OPSHID membangun 66 unit, ini dananya dari mana?
Jawab: Tentunya dari Berkat Rahmat Allah dan dari kemauan dan kesadaran OPSHID, kemudian support perusahaan tercinta kita Sehat Tentrem, support terbesar program ini.
Selain itu juga dari patungan warga Shiddiqiyyah, atau dari tetangga juga ikut membantu.
Tanya: Apakah tetap ada iuran jika, di daerah tersebut hanya sedikit Warga Shiddiqiyyah atau yang menjadi anggota Opshid?
Jawab: Misalnya mereka sanggup membangun satu rumah, tetap wajib untuk ikut iuran. Karena ciri khas yang disematkan oleh Mursyid Thariqoh Shiddiqiyyah, kepada warga Shiddiqiyyah adalah 3S, Silaturahmi, Santun, Shodaqah, itulah yang akan menimbulkan keajaiban.
Tanya: Untuk relawan dari luar kota, yang harus menginap selama 20-30 hari. Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkannya?
Jawab: Namanya sebuah kesadaran besar rekan-rekan OPSHID. Memang ada sebagian yang sudah bisa meninggalkan keluarga secara finansial, ada juga yang dengan kerelaan keluarga ‘Ga papa mas, wes sampean budal, iku program yo bantu dan sosial, saya tak berusaha mencari sendiri’ istrinya bilang gitu. Jadi support-support keluarga juga sangat dibutuhkan oleh para relawan. Makanya, kenyamanan relawan juga harus diperhatikan oleh OPSHID.
Tanya: Salah satu bentuk dari OPSHID untuk memperhatikan kenyamannya relawan itu bagaimana? Apa disediakan tempat tinggal?
Jawab: Iya. Jika memang di situ ada rumah yang kosong, OPSHID akan menyewa rumah tersebut untuk tempat tinggal sementara. Bahkan ada yang awalnya kita bilang menyewa, ternyata setelah melihat perjuangan OPSHID tersebut, tidak menerima uang sewanya. Karena melihat persatuan OPSHID untuk membangun rumah syukur.
Tanya: Bagamimana OPSHID menyikapi jika ada iri ‘Ini kok dibangunkan rumah, kok saya tidak?’
Jawab: Kita pastikan dulu keadaanya dan kita beri sebuah pemahaman, bahwa apa benar ekonomi sampean lebih parah daripada yang sedang kita bangunkan rumah? Kalau memang lebih parah, InsyaAllah OPSHID sendiri akan menyiapkan di momentum berikutnya. Kalau ternyata secara ekonomi sudah lebih mapan, bisa jadi nanti yang awalnya iri malah ikut membantu.
Salah satu pelajaran yang diberikan oleh mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Di setiap sholat ada salam, Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ke masyarakat kanan, Asalamualaikum warahmatulloh kepada masyarakat kiri, itu mendoakan masyarakat supaya lebih baik, yang negatif supaya meninggalkan negatifnya menuju positif dan itu dipraktikkan oleh kita.
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia