ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00

Tanya: Ada banyak cara untuk membantu orang lain, kenapa yang dipilih OPSHID adalah bangun rumah?
Jawab: Sebagaimana yang telah didawuhkan oleh pimpinan kami, rumah adalah lambang jiwa atau hati. hati yang tentram atau hati yang bersih akan bisa mudah terpancarkan cahaya-cahaya ilahiah. Jiwa yang bersih, jiwa yang baik pasti akan menimbulkan sifat-sifat perilaku yang baik kepada masyarakat.
Psikologi penerima juga bisa menjadi lebih baik dengan Rumah Syukur ini. Yang awalnya rumahnya tidak layak huni, kemudian rumahnya menjadi nyaman. Menjadi lebih percaya diri.
Seperti jika seorang anak tingga di rumah tidak huni, mereka merasa malu kepada teman-temannya. Jadi selain membangunkan rumah, juga membangun mental penerima. Jika mental sudah terbangun, pastinya optimis menghadapi segala bentuk ujian.
Tanya: Jadi bisa menjadi core solution untuk mengangkat orang tersebut dari kemiskinan?
Jawab: Memang harapan kami untuk melepas identitas kemiskinan yang semakin parah. Apalagi di situasi sekarang, kesenjangan ekonomi sudah sangat terasa sekali antara rakyat bawah dengan pemimpin-pemimpin elit.
Masih ada rakyat yang compang-camping, rumanya sangat tidak layak tinggali, dalam negri yang sudah merdeka 78 tahun. Ini sangat miris.
OPSHID selain membangunkan rumah, juga menjembatani penerima supaya mampu dalam melaksanakan ekonomi yang bisa menunjang kehidupan sehari-hari.
Sekurang-kurangnya dari OPSHID itu, bersilaturahmi setahun sekali, memberikan parsel lebaran.
Momentum Idul Fitri dimanfaatkan oleh OPSHID untuk bersilaturahmi. Namun jika penerima rumah syukur beragama Nasrani, parsel diberikan menjelang hari natal.
Tanya: Apa ada kasus ketika penerima Rumah ini belum punya pekerjaan?
Jawab: Yang biasa belum punya pekerjaan, itu anaknnya. Untuk orang tua pasti sudah punya pekerjaan, serabutan atau tukang cuci pakaian tetangga atau apapun pasti sudah memiliki pekerjaan. Hanya saja tidak jelas pendapatannya.
Sempat ketika OPSHID melakukan pengruwatan terhadap Rumah Syukur yang sudah mengalami kerusakan, dan ketika kami bershilaturahmi, kami mendapati anak penerima tidak memiliki pekerjaan. Dari kami, berusaha untuk menawarkan beberapa opsi pekerjaan. Dan Alhamdulillah masuk di kantor kemitraan Jombang.
Tanya: Apakah OPSHID selain membangunkan rumah, juga memberikan fasilitas penunjang ekonomi?
Jawab: Secara fleksibel kita men-support. Jika penerima Rumah ini memiliki toko, atau bekerja sebagai pedagang. Bisa jadi yang dibangun ini rumah dan toko.
Seperti yang kita laksanakan pada tahun 2012 di Tebuireng. Calon penerima sudah menjalankan atifitas ekonomi membuka warung kopi. OPSHID juga membangunkan atau merenovasikan tempat untuk aktifitas jual beli.
Bisa juga untuk anak yang masih sekolah, sebagai penunjang kami membelikan sepeda onthel.
Jadi bagaimana supaya aktifitas penerima menjadi lebih baik, lebih nyaman itu semua diperhatikan oleh OPSHID.
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia