ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
OPSHID Batang Hari: Ketuanya Baru Berusia 20 Tahun
22 November 2023 12:00
BATANG HARI – Dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke - 95, OPSHID Batang Hari membangun satu unit Rumah Syukur. Seperti kebanyakan DPD OPSHID Zona 4 yang baru dibentuk, OPSHID Batang Hari dengan semangat gotong royong dan kegigihannya menyatakan kesiapannya untuk perjuangan Shiddiqiyyah. Selain DPD OPSHID-nya yang baru berusia 3 bulan, DPD OPSHID Batang Hari ini diketuai oleh pemuda yang baru genap usia 20 tahun.
Beginilah cerita Bahrum Muhit ketua OPSHID Batang Hari saat diwawancara oleh tim OPSHID Media.
Tanya: Baru umur 20 tahun ya sudah menjadi ketua?
Jawab: Enggeh
Tanya: Sejak kapan menjadi ketua DPD OPSHID Batang Hari?
Jawab: Kebetulan sebelum membuat Rumah Syukur Tasyakkuran Sumpah Pemuda ke-95. Sekitar umur OPSHID Batang Hari 3 bulan ini. Iya bulan Agustus.
Tanya: Baru dibentuk dan Bahrum langsung jadi ketua?
Jawab: Iya, langsung jadi ketua.
Tanya: Bagaimana sejarah terbentuknya OPSHID Batang Hari sampai Bahrum ditunjuk jadi ketua?
Jawab: Awal mula terbentuknya OPSHID Batang Hari ini, karena Jambi kan belum ada OPSHID ya. Kemarin kesepakatannya Jambi itu membuat 1 DPD. Jadi seluruh anggota OPSHID Jambi itu menjadi satu. Tapi waktu sebelum pembuatan Rumah Syukur Tasyakkuran Sumpah Pemuda itu, tiba-tiba OPSHID Muaro Jambi itu mendeklarasikan membuat struktur organisasi. Jadi inisiatif sendiri, OPSHID Batang Hari kita buat. Bagaimana bisa jadi ketua? Karena warga di sana cenderung sudah pada berumur. Lalu kemungkinan beliau belum faham OPSHID ini seperti apa? Organisasi Pemuda kan. Jadi mereka menunjuk saya seperti “sampean sing paling muda”, jadi menunjuk saya. Saya pun legowo lah, mau enggak mau selalu siap untuk Shiddiqiyyah.
Tanya: Berarti OPSHID Batang Hari rata-rata sudah berumur gitu ya, kamu termasuk paling muda?
Jawab: Iya, termasuk paling muda.
Tanya: Apa alasannya bersedia menjadi ketua OPSHID Batang Hari?
Jawab: Intinya ya supaya bermanfaat bagi sesama, ada dorongan dari dalam jiwa ini untuk membantu sesama manusia. Apalagi membuat rumah itu sesuatu hal yang luar biasa.
Tanya: Bagaimana bisa OPSHID yang baru terbentuk ini siap untuk membangun satu rumah?
Jawab: Semangat warga-warga Shiddiqiyyah di daerah sih, karena kami tahu, bahwa tahun ini berbeda. Dan itu petunjuk langsung dari Sang Maulana (Ketua Umum OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani—red). Jadi secara spontan bilang ke zona itu, OPSHID Batang Hari siap membangun satu rumah. Walaupun baru terbentuk kan, jiwa-jiwa OPSHID-nya luar biasa.
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem