ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tanya Jawab Rumah Syukur Bersama Bapak Aria Rahman
21 Oktober 2023 14:00
Tanya: Bagaimana bentuk suport ST terhadap program ini?
Jawab: Selain support langsung dari PT sehat Tentrem, juga dari beberapa daerah yang sudah terdaftar menjadi Mitra SehatTentrem menyiapkan dana dengan nabung tiap bulannya, karena ini program tahunan.
Jadi banyak dari DPD OPSHID yang menjadi mitra Sehat Tentrem.
Bisa dibilang beli ST, sama aja ikut membantu program rumah syukur.
Tanya: Bagaimana perjuangan OPSHID sebelum ada ST?
Jawab: Dengan iuran. ST berdiri tahun 2013, sebelum 2013 iurannya lebih ekstrem. Karena kecintaannya kepada Tanah Air, anggota OPSHID sampai rela menggadaikan BPKB motornya.
Untuk rumah syukur, semua biaya di tanggung OPSHID, dari material pembangunan, operasional, tenaga kerja dan konsumsi.
Juga dari organisasi di luar OPSHID, seperti ibu-ibu JKP sangat men-support kebutuhan konsumsi.
Ketika bangun rumah Syukur, lebih sering konsumsi melimpah nyumber. Kalau biasanya dia di rumah sendirian hanya makan sehari dua kali, begitu dia di rumah Syukur bisa makan 3 sampai 4 kali. Saking banyak orang memberi bahan mentah.
Jadi sumbangan tidak hanya berupa uang, bisa berupa bahan mentah, atau material bangunan, atau bahkah furnitur.
Tanya: Pada bangunan Rumah Syukur, terdapat lambang OPSHID, lambangnya FKYME, dan Surya Majapahit. Mengapa ada lambang-lambang ini?
Jawab: Sebagai penanda Rumah Syukur. Karena Rumah Syukur merupakan monumen yang dirupakan rumah. Jadi ada dua fungsi, sebagai monumen Sumpah Pemuda dan rumah yang dapat bermanfaat untuk orang lain.
Di setiap pembangunan OPSHID bukan hanya tentang keindahan dan kekuatan fisik, tapi juga makna yang dikandung. Seperti lambang bintang yang diambil dari lambang Negara kita, Pancasila sila pertama (Ketuhanan yang Maha Esa) sebagai jati diri manusia.
Tanya: Selain dari kriteria penerima Rumah Syukur yang sudah disebutkan, apakah harus memiliki anak sebagai pewaris?
Jawab: Mengapa kita lebih sering memilih keluarga yang sudah memiliki keturunan, harapannya bukan hanya sebagai pewaris rumah. Karena ini Monumen yang memiliki nilai-nilai Nasionalisme, atau nilai-nilai Luhur kebangsaan, diharapkan hal ini juga dapat diwarisi oleh anaknya.
Dan di dalam unit rumah syukur harus ada:
- Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
- Lambang Negara, burung Garuda
- Dan Pancasila
Jadi yang diwariskan bukan hanya rumahnya saja, tapi juga nilai-nilai luhur yang terwakilkan dalam lambang-lambang tersebut.
Tanya: Sampai tahun ini sudah ada berapa rumah yang dibangun oleh OPSHID?
Jawab: Lebih dari 250 bangunan (lebih tepatnya 262 unit rumah-red).
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem