Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Wulan: Dipisahkan Dengan Ibu, Dikhianati Ayah, Dan Didewasakan Adik-Adiknya

20 September 2023 17:00

Wulan: Dipisahkan Dengan Ibu, Dikhianati Ayah, Dan Didewasakan Adik-Adiknya

Kemudian pada tanggal 27 januari 2017 sekitar pukul 10:00 pagi, NK menjemput Sri dari pekerjaan dengan mobil angkot. Kebetulan profesi NK adalah sopir angkot. Di dalam angkot tersebut terdapat juga beberapa teman NK. Ketika mereka tengah naik angkot keliling kota, Sri menagih uang 10 juta yg dijanjikan oleh NK untuk mengganti biaya operasi kelahiran Rafa. NK menolak dengan keras. Dari situlah, mereka bertengkar hebat di dalam angkot.

Tak lama kemudian, pihak keluarga mendapat kabar bahwa Sri kecelakaan, jatuh dari angkot. Menurut cerita Pujiati, saat itu tak ada satupun rumah sakit yang mau menerima Sri. “Karena lukanya janggal. Ndak ada yang mau menerima karena sudah tahu ini bukan kecelakaan biasa”, terang Pujiati.

Begitu ada rumah sakit yang mau menerima Sri dan keluarga mendatangi rumah sakit itu, ternyata sudah terlambat. Sri sudah tiada.

Menurut keterangan dokter kepada lurah kampung tempat mereka tinggal, ada yang janggal dengan kematian Sri. Terdapat luka bekas hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala Sri. Tetapi keluarga dari pihak NK meyakinkan keluarga dari pihak Sri bahwa penyebab kematian Sri adalah kecelakaan. Kendati demikian, hasil visum Sri tak pernah diterima oleh keluarga Sri.

“Kami tidak percaya itu kecelakaan. Kami yakin Sri itu dibunuh oleh NK”, tegas Pujiati.

Atas tuduhan pembunuhan pihak keluarga Sri menuntut NK. Di tengah proses berjalannya hukum, NK mendekam dibalik jeruji. Tetapi sialnya, hukuman jeruji itu hanya berjalan selama 3 bulan sebelum akhirnya NK ditebus dengan uang tunai senilai 72 juta.

“Setelah 3 bulan dia bebas. Ditebus dengan uang 72 juta. Yang menebus itu salah satu wanita simpanannya”, terang Pujiati dengan penuh rasa geram, “orang kampung sini juga tidak ada yang percaya. Sampai sekarang dia tidak pernah menginjakkan kaki disini lagi. Orang kampung sini sudah bertekad kalau sampai dia berani kesini lagi, kami mau habisi bersama-sama”.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Ivan