ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Wulan: Dipisahkan Dengan Ibu, Dikhianati Ayah, Dan Didewasakan Adik-Adiknya
20 September 2023 17:00
Kabupaten Semarang — Rasa-rasanya, dari sekian banyak penerima Rumah Syukur Layak Huni (RSLH) OPSHID, tidak ada yang lika-liku hidupnya se-pelik kisah hidup Anjelika Wulandari. Ia adalah penerima RSLH dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke - 95 asal Kabupaten Semarang.
Anjelika Wulandari atau akrab dipanggil Wulan, usia 20 tahun. Ia bekerja sebagai pegawai pabrik sepatu di kotanya. Sudah setahun ia bekerja disana, tak lama setelah ia lulus dari SMK. Kedua adiknya, Salsabila Ayu Anjani (16) dan Rafa Fajar Anugrah (10), masih duduk di bangku sekolah.
Di usia yang begitu muda, ia harus menjadi pemimpin keluarga bagi kedua adiknya. Ditemui oleh tim OPSHID Media pada 17 September 2023 di tempat tinggalnya di Desa Tajuk Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Wulan bercerita bahwa ia merasa bertanggung jawab atas adik-adiknya.
“Ya aslinya ya saya pengen kuliah. Tapi kalau saya gak kerja, gimana adik-adik saya?”, tutur Wulan.
Sejak ia masih berusia 14 tahun, ibunya sudah pergi meninggalkannya bersama kedua adiknya yang masih kecil-kecil. Ibu kandung Wulan, Sri Rahayu, meninggal 6 tahun lalu. Katanya, keluarga menerima info, meninggalnya Sri Rahayu karena ”kecelakaan”. Tetapi ada yang janggal dengan kecelakaan yang dialami oleh Sri Rahayu.
Ketika Wulan ditanya, apa penyebab asli kematian ibunya, ia jawab dengan satu kata, “pembunuhan”.
Sejak meninggalnya Ibu, Wulan dan adik-adiknya diasuh oleh Pakdhe-nya, yaitu kakak dari Ibu Wulan. Lalu kemana ayah yang seharusnya membesarkan Wulan dan adik-adiknya?
Saat itu, mereka bukanlah keluarga yang serba mampu, begitu cerita dari Budhe Wulan, Ibu Pujiati. “Sarimi 1 bungkus aja dimakan buat bertiga”, ujar Pujiati.
Di tengah kesulitan finansial yang menjerat, Ayah Wulan (NK) banyak memiliki hutang. Hutang yang harus ditanggung keluarga karena kebiasaan buruknya bermain dadu dan bermain perempuan. Bahkan di saat Sri sedang mengandung Rafa dan harus menjual sawah untuk persiapan melahirkan, NK masih sempat membawa kabur uang hasil menjual sawah.
Kelakuan NK kerap membuat kakak adik Sri geram. Disamping menelantarkan istri dan anak-anaknya, NK juga menolak dicerai oleh Sri. Bahkan kakak adiknya pernah menyaksikan NK berkata, “koe iso pisah karo aku nek pisah pati” (kamu baru bisa berpisah denganku kalau kamu mati).
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak